Page 10 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 10
Indonesia (FSPMI) KBB, Dede Rahmat mengatakan, tidak sedikit perusahaan yang merumahkan
bahkan atau melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Banyak keluhan dari buruh (pekerja) yang dirumahkan dan diberi upah di luar yang disepakati.
Bahkan ada yang yang tidak dibayar,” kata Dede saat ditemui di kantor Disnakertrans KBB, Rabu
(24/6).
Ia menjelaskan, tidak sedikit pekerja yang dirumahkan menerima upah tidak sesuai dengan
kesepakatan awal dengan pihak perusahaan. “Di lapangan yang kita temui, upah yang diterima
tidak sesuai dengan kesepakatan ada yang menerima 25 persen atau 35 persen bahkan tidak
sedikit yang tidak menerima upah sama sekali,” tambahnya.
Dede menyebut, mayoritas alasan perusahaan merumahkan pekerja yakni pencegahan
penyebaran COVID-19 di lingkungan industri. “Padahal perusahaan sedang tidak berproduksi
karena permintaan yang menurun,” katanya. Disisi lain, kata Dede, perusahaan tersebut sudah
lama beroperasi.
Tentunya dengan dampak COVID-19 tidak menjadikan alasan membuat kebijakan secara
sepihak. “Kita berharap setiap kebijakan melibatkan semua pihak, jangan sampai ada yang
dirugikan,” pungkasnya.
(kro/b)
Caption:
AUDIENSI : Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, berdialog dengan Disnakertrans.
9

