Page 13 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 13

Maya Ayu Pusphasari // Maya.puspitasari@tempo.co.id

              Dewan  Perwakilan  Rakyat  meminta  pemerintah  menindaklanjuti  hasil  kajian  Komisi
              Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai pelaksanaan Kartu Prakerja. Wakil Ketua Komisi IX
              Bidang Ketenagakerjaan DPR, Saleh Partaonan' Daulay, mengatakan pemerintah harus segera
              memperbaiki tata kelola sehingga pelaksanaan program bantuan Prakerja tepat sasaran. "Apa
              yang menjadi temuan KPK itu sudah disuarakan dan disampaikan masyarakat. Untuk itu, kami
              mendorong pemerintah segera melakukan perbaikan," kata Saleh kepada Tempo, kemarin.
              KPK menemukan sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan program Kartu Prakerja. Masalah
              berserak dimulai dari proses pendaftaran, kemitraan dengan platform digital, materi pelatihan,
              hingga  pelaksanaan  program.  Menurut  Saleh,  semua  poin  itu  perlu  menjadi  bahan  evaluasi
              pemerintah.
              Saleh menambahkan, persoalan pertama yang perlu diselesaikan pemerintah adalah penetapan
              mitra platform digital. Dalam kajiannya, KPK menyebutkan ada konflik kepentingan pada lima
              dari delapan platform digital dengan lembaga penyedia pelatihan. Sebanyak 250 pelatihan---
              dari  jumlah  total  1.895  pelatihan  prakerja---adalah  milik  lembaga  penyedia  pelatihan  yang
              terafiliasi dengan dengan kelima mitra platform digital.

              Masalah selanjutnya, kata Saleh, adalah perekrutan peserta yang hanya menggunakan sistem
              daring.  Karena  hanya  mengandalkan  sistem  daring  untuk  merekrut  peserta,  pelaksanaan
              program ini menjadi tak tepat sasaran. KPK menemukan sebanyak 9,4 juta pendaftar bukanlah
              target yang disasar oleh program Kartu Prakeija. "Pemerintah kan sasarannya orang yang tidak
              punya  kerja  atau  yang  kena  PHK  (pemutusan  hubungan  kerja)  semasa  Covid-19.  Tapi
              kenyataannya hanya sedikit target yang tersaring," kata politikus Partai Amanat Nasional ini.
              "Lalu orang-orang di pelosok juga tidak bisa terjangkau karena tidak ada jaringan."

              Kajian KPK menyebutkan hanya 143 ribu pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja yang
              menjadi  peserta  program  Kartu  Pi-akerja.  Padahal,  berdasarkan  data  Kementerian
              Ketenagakerjaan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sejauh ini
              sudah ada sekitar 1,7 juta pekerja yang terkena PHK.

              Dari sisi program pelatihan, Saleh menambahkan, banyak materi yang sebenarnya bisa diunduh
              atau dilihat secara gratis di Internet. Program yang dilaksanakan secara daring pun dianggap
              tidak efektif dan berpotensi merugikan negara. Sebab, ada potensi pelatihan yang dilakukan
              adalah fiktif karena metode pelatihan hanya satu arah dan tak ada mekanisme kontrol. "Jadi,
              kalau bisa pelatihan harus bertemu secara fisik. Kalau saat ini belum memungkinkan karena
              Covid-19, ya ditunda dulu. Anggarannya dialihkan untuk bantuan sosial," kata Saleh.

              Pemerintah  menggagas  program  Kartu  Prakerja  untuk  membantu  warga  yang  menganggur
              untuk mendapatkan kompetensi. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 20 triliun, pemerintah
              menargetkan membiayai pelatihan sebanyak 5,6 juta orang. Sejak 'diluncurkan tiga bulan lalu,
              program  Kartu  Prakerja  kini  sudah  berlangsung  tiga  gelombang.  Pembukaan  gelombang
              keempat ditunda sementara karena banyaknya klitik dari berbagai kalangan, termasuk lembaga
              antira-suah.

              Ketua  Tim  Pelaksana  Komite  Cipta  Kerja,  Rudy  Salahuddin,  mengatakan  pemerintah  sudah
              menindaklanjuti temuan KPK soal Kartu Prakerja. Salah satu perbaikan yang sedang dilakukan,
              kata dia, adalah Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 yang mengatur Kartu Prakerja. Saat
              ini, perpres ini sedang diharmonisasi dan men-unggu paraf menteri.

              Selilin  itu,  Badan  Pengawasan  Keuangan  dan  Pembangunan  juga  sedang  memverifikasi
              pelaksanaan program Kartu Prakeija gelombang 1 hingga 3. Pendampingan hukum juga bakal
              diberikan oleh Kejaksaan Agung agar pelaksanaan program ini sesuai dengan aturan hukum.

                                                           12
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18