Page 16 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 16

UNICORN TAK JAMIN AMAN DARI KRISIS

              Pemutusan  Hubungan  Kerja(PHK)  yang  dilakukan  perusahaan  rintisan,  Gojek,  membuktikan
              bahwa titel unicorn bukan jaminan aman dari ancaman krisis. Untuk itu, perlu langkah strategis
              dari korporasi merespons cepat perubahan yang terjadi di dunia bisnis.

              Pengurangan  karyawan  di  perusahaan  yang  didirikan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan
              Nadiem  Anwar  Makarim  ini  bukan  kali  pertama  terjadi  pada  startup  di  Tanah  Air.  Jauh
              sebelumnya, tepatnya pada September tahun lalu, e-commerce Bukalapak juga melakukan hal
              yang sama dengan alasan demi efisiensi.

              Di sektor akomodasi, ada juga Airy Indonesia yang terpaksa gulung tikar. Perusahaan yang
              menyediakan layanan hotel low budget itu terkena imbas pandemi Covid-19 yang membuat
              mereka kehilangan okupansi. "Sebenarnya tidak hanya Gojek yang terpengaruh, startup lain
              seperti Traveloka juga kena imbasnya," ujar pakar pemasaran, Yuswohady, kepada SINDOMedia
              di Jakarta kemarin.

              Bisnis  aplikasi  yang  memanfaatkan  kerumunan  atau  interaksi  dengan  masyarakat  banyak
              terkena dampak besar di masa Covid-19. Yuswo menyarankan, agar bisa beradaptasi dengan
              kondisi ter-kini, perusahaan wajib berinovasi agar lebih efisien.

              "Ke depan aplikasi digital akan terus melihat momen yang efisien di masa pandemi Covid-19.
              Akan  banyak  inovasi  baru  pastinya  yang  membuat  bisnis  digital  seperti  ini  berpikir  keras.
              Misalnya  layanan  robot  bisa  menggantikan  posisi  manusia,  apakah  itu  message  atau  antar
              barang sekalipun " katanya.

              Yuswo menilai, di masa pandemi Covid-19, di mana ada aturan pembatasan sosial, Gojek yang
              dalam bisnisnya melibatkan interaksi antar orang akan kesulitan menghadapinya. Hal ini karena
              konsumen  lebih  menghindari  model  transportasi  online  dengan  alasan  keselamatan  dan
              menjaga jarak. "Makanya konsumen cenderung menghindari transportasi tipe seperti ini. Belum
              yang lain seperti layanan pijat atau yang sifatnya kerumunan," ucapnya.

              Gojek  Indonesia  pada  Selasa  (23/06)  lalu  mengumumkan  PHK  terhadap  430  karyawannya.
              Jumlah  pemangkasan  karyawan  tersebut  setara  dengan  9%  total  karyawan  Go-jek  yang
              mencapai 4.000 orang. Karyawan yang terkena PHK sebagian besar berasal dari divisi yang
              terkait dengan layanan GoLife dan GoFood Festival. Mereka akan meninggalkan Gojek sebagai
              bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan. "Fokus pada layanan
              inti,  menghentikan  layanan  yang  tidak  dapat  bertahan  di  tengah  pandemi,  dan  mengambil
              keputusan  berani  untuk  menyesuaikan  diri  terhadap  perubahan  prioritas  pelanggan  akan
              memastikan kita dapat selalu membuat dampak positif bagi kehidupan jutaan orang serta juga
              memastikan pertumbuhan di masa mendatang," kata Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dan Kevin
              Aluwi kepada karyawan Gojek yang disampaikan melalui surat elektronik.
              Keduanya  mengakui,  ke  depan  perjalanan  perusahaan  yang  awalnya  menjalankan  bisnis
              transportasi online itu akan menjadi semakin sulit karena harus berpisah dengan 430 karyawan
              yang selama ini menjadi rekan kerja.

              Andre  Soelistyo  menambahkan,  Gojek  telah  melakukan  berbagai  langkah  untuk
              mengoptimalkan perusahaan supaya dapat terus tumbuh dan memiliki dampak. Dia mengakui,
              perusahaan tidak cukup mengantisipasi adanya penurunan yang tidak dapat dihindari seperti
              pandemi  saat  ini.  "Kami  sekarang  membayar  untuk  itu.  Tidak,  karena  setidaknya  saya  bisa
              punya kesempatan dan kehormatan untuk bekerja sama dengan banyak sekali individu istimewa
              dan memiliki banyak potensi untuk menjalankan misi kita bersama meski hanya dalam waktu
              singkat," ujarnya.


                                                           15
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21