Page 20 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 20
Judul Awas Jebakan Resesi!
Nama Media Ekonomi Neraca
Newstrend Dampak Virus Corona
Halaman/URL Pg2
Jurnalis *
Tanggal 2020-06-25 05:56:00
Ukuran 226x60mmk
Warna Halaman Hitam/Putih
AD Value Rp 4.520.000
News Value Rp 13.560.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
neutral - Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan) Kami berharap kuartal III dan kuartal IV
2020 (pertumbuhan ekonomi) 1,4% atau kalau dalam negatif bisa minus 1,6%. Itu technically
bisa resesi kalau kuartal III negatif dan secara teknis Indonesia bisa masuk zona resesi
positive - Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan) Sentimen yangtadinya volatile dan negatif
menjadi memiliki harapan
Ringkasan
Acaman resesi ekonomi karena virus corona kian mendekat ke Indonesia. Pasalnya, ekonomi
dalam negeri diprediksi minus pada kuartal II-2020 akibat pandemi tersebut. Jika kondisi
pertumbuhan minus tersebut berlanjut pada kuartal selanjutnya, maka dipastikan Indonesia
sudah terperangkap dalam jebakan resesi ekonomi.
Kita perlu maklum. Karena merujuk, definisi, sebuah negara disebut mengalami resesi bila
ekonominya mengalami kontraksi pertumbuhan selama dua kuartal berturut-turut. Sebelumnya,
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan sinyal pertumbuhan ekonomi
mengalami kontraksi hingga minus 3,8% pada kuartal II tahun ini.
AWAS JEBAKAN RESESI!
Acaman resesi ekonomi karena virus corona kian mendekat ke Indonesia. Pasalnya, ekonomi
dalam negeri diprediksi minus pada kuartal II-2020 akibat pandemi tersebut. Jika kondisi
pertumbuhan minus tersebut berlanjut pada kuartal selanjutnya, maka dipastikan Indonesia
sudah terperangkap dalam jebakan resesi ekonomi.
Kita perlu maklum. Karena merujuk, definisi, sebuah negara disebut mengalami resesi bila
ekonominya mengalami kontraksi pertumbuhan selama dua kuartal berturut-turut. Sebelumnya,
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan sinyal pertumbuhan ekonomi
mengalami kontraksi hingga minus 3,8% pada kuartal II tahun ini.
19

