Page 152 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 152

Menurut  Heri,  pemerintah  perlu  memastikan  penyaluran  stimulus  tepat  sasaran  dan  cepat
              terealisasi. Di samping itu ia menekankan agar pelonggaran PSBB tak sampai menyebabkan
              lonjakan kasus baru yang bisa berdampak lebih buruk pada lonjakan pengangguran.

              Dampak  tambahan  pengangguran  juga  semakin  menjadi,  jika  sektor  informal  turut
              diperhitungkan. LIPI, Kemnaker, dan Lembaga Demografi FEB UI  melakukan riset  pada 2.160
              responden selama 24 April-5 Mei 2020.

              Hasilnya 40% pelaku usaha mandiri mengalami kemacetan usaha atau berhenti total. Sekitar
              52%  turun  pendapatannya  dan  35%  nol  pendapatan.  Jika  Survei  Angkatan  Kerja  Nasional
              (Sakernas) 2019 mencatat ada 26 juta pekerja berusaha mandiri maka 10 juta orang kelompok
              ini akan menganggur.

              Survei juga mencatat sekitar 55% pekerja bebas mengaku tak memiliki pekerjaan. Jika data
              Sakernas 2019 menunjukan ada 26,5 juta pekerja bebas, maka 15 juta orang kelompok ini akan
              menganggur.

              Mal Buka Lagi 15 Juni: Peretail Bersiap, Bagaimana Korban PHK?  Pemerintah Bisa Apa?  Kepala
              Bappenas  Suharso,  Senin  (22/6/2020)  mengatakan  pemerintah  akan  berupaya  memitigasi
              lonjakan  pengangguran  ini  dengan  mengincar  pemulihan  sektor  manufaktur  sehingga  bisa
              kembali menciptakan lapangan kerja.

              Program  lainnya  terkait  pembangunan  infrastruktur  sederhana  untuk  padat  karya,
              kewirausahaan, hingga vokasi untuk memperbaiki kualitas tenaga kerja, kata Suharso.

              Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kamis (18/6/2020) mengatakan akan berfokus pada pemulihan
              ekonomi di 2021. Beberapa langkahnya sudah dimulai dengan pelonggaran PSBB mulai Juni
              2020 dan penggelontoran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp589,65 triliun.

              "Tahun  2021  fokus  pemulihan  juga  harus  ditujukan  untuk  mengembalikan  momentum
              penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran," ucap Sri Mulyani di sidang paripurna.

              (tirto.id - Ekonomi ) Reporter: Vincent Fabian Thomas Penulis: Vincent Fabian Thomas Editor:
              Abdul Aziz
































                                                           151
   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157