Page 54 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 54
Judul Soal TKA China, Fadli Zon Bandingkan Kebijakan RI dan Amerika
Nama Media viva.co.id
Newstrend Kedatangan TKA Asal China
Halaman/URL https://www.viva.co.id/berita/dunia/1224194-soal-tka-china-fadli-zon-
bandingkan-kebijakan-ri-dan-amerika
Jurnalis Zulfikar Husein
Tanggal 2020-06-25 01:02:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korpo
Sentimen negative
Narasumber
negative - Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra) (Presiden AS) Trump membatasi
pekerja asing agar pekerja AS tidak menganggur. RI mendatangkan pekerja RRC sementara
banyak orang Indonesia masih menganggur. Lebih nasionalis mana?
positive - Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra) Pada akhirnya yang utama bagi negara
adalah kepentingan nasional
Ringkasan
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai, kehadiran tenaga kerja asing asal China
di Indonesia membuktikan pemerintah tak peduli kepentingan nasional. Hal itu terlihat
kepedulian pada tenaga kerja lokal yang lebih dikesampingkan Fadli bahkan membandingkan
pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam sikapnya terhadap kepentingan nasional.
Menurut anggota DPR itu, kebijakan AS yang membatasi pekerja asing bukti bahwa mereka
mengutamakan kepentingan nasional.
SOAL TKA CHINA, FADLI ZON BANDINGKAN KEBIJAKAN RI DAN AMERIKA
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai, kehadiran tenaga kerja asing asal China
di Indonesia membuktikan pemerintah tak peduli kepentingan nasional. Hal itu terlihat
kepedulian pada tenaga kerja lokal yang lebih dikesampingkan.
Fadli bahkan membandingkan pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam sikapnya
terhadap kepentingan nasional. Menurut anggota DPR itu, kebijakan AS yang membatasi
pekerja asing bukti bahwa mereka mengutamakan kepentingan nasional.
"(Presiden AS) Trump membatasi pekerja asing agar pekerja AS tidak menganggur. RI
mendatangkan pekerja RRC sementara banyak orang Indonesia masih menganggur. Lebih
nasionalis mana?" kata Fadli, lewat akun Twitter pribadinya, Rabu 24 Juni 2020.
53

