Page 345 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 345
masuk di Sultra, di tengah kebijakan penutupan akses bandara oleh pemerintah.
"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian tenaga kerja dan instansi terkait, harus
menyelidiki kasus ini dengan komprehensif," kata Nabil dalam keterangannya, Sabtu
(2/5).
Dia menyampaikan, proses secara hukum harus segera dilakukan bila hasil
penyelidikan Kemenaker dan instansi lainnya menunjukkan terdapat unsur
kesengajaan sehingga TKA asal China masih bisa masuk di Sultra.
Lebih jauh, Nabil meminta pemerintah menunda kedatangan TKA asal China di
Sultra itu. Ia juga meminta agar pemerintah segera melakukan karantina dan
memulangkan TKA asal China yang sudah tiba di Sultra demi alasan kesehatan dan
keamanan.
"Rencana kedatangan 500 tenaga kerja dari China seharusnya ditunda. Mereka yang
sudah sampai Sultra selayaknya dikarantina dan dipulangkan kembali," katanya.
Nabil melanjutkan, pemerintah juga perlu mengatur ulang kebijakan tenaga pekerja
domestik dan asing di tengah masa pandemi hingga pascapenyebaran virus corona
di Indonesia.
"Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada, justru dinikmati warga asing. Kita
perlu prioritaskan pekerja dan rakyat Indonesia. Untuk itu, harus ada negosiasi
ulang terkait dengan kontrak dan kesepakatan kerja dengan pihak asing yang
sebelumnya sudah ada kerja sama," tutur Nabil.
Sebelumnya, Gubernur Sultra Ali Mazi mengakui pemerintah pusat akan
mendatangkan TKA asal China. Ali pun meminta rencana pemerintah untuk
mendatangkan 500 TKI itu ditunda.
Ali mengingatkan kembali tentang demonstrasi penolakan masyarakat terhadap 49
TKA asal China di Sultra pada Maret lalu. Menurutnya, itu bisa saja terjadi kembali
ketika 500 TKA asal China itu datang ke wilayahnya.
Page 344 of 695.

