Page 348 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 348
Title SOAL 500 TKA CHINA, KEMENAKER: KADIN TAHU KONDISI DI LAPANGAN?
Media Name kompas.com
Pub. Date 02 Mei 2020
https://money.kompas.com/read/2020/05/02/163100126/soal-500-tka-china-
Page/URL
kemenaker--kadin-tahu-kondisi-di-lapangan-
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA, - Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)
Aris Wahyudi menanggapi sikap para pengusaha yang mengusulkan kepada
pemerintah untuk tidak mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam jumlah
banyak. Hal itu lantaran banyak tenaga kerja di Indonesia yang justru hubungan
kerjanya diputus oleh perusahaan karena dampak pandemi virus corona (Covid-19).
Pengusaha yang tergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia justru
mengusulkan untuk TKA China yang datang hanya cukup para ahli sehingga bisa
memberikan transfer teknologi ke pekerja lokal. Kemenaker setuju dengan usul
Kadin tersebut. Namun pemerintah menilai kondisi di lapangan tak seperti yang
dibayangkan oleh para pengusaha Kadin.
"Prinsip saya sangat setuju dengan pendapat orang Kadin tersebut, karena teori dan
filosofinya harus seperti itu. Masalahnya apakah beliau (Kadin) tahu kondisi dan
kesulitan di lapangan?," kata Aris kepada Kompas.com, Sabtu (2/5/2020).
Aris menjelaskan, kedua perusahaan yang mengajukan Rencana Penggunaan
Tenaga Kerja Asing (RPTKA) tersebut, yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry dan
PT Obsidian Stainless Steel, sudah berupaya mencari tenaga kerja lokal untuk
mengisi posisi yang dicari, namun tak mendapatkannya. Akhirnya ucapnya, pihak
perusahaan mau tak mau mendatangkan TKA dari Negeri Tirai Bambu lagi. Namun
Aris tidak menyebutkan secara jelas posisi apa yang dicari oleh perusahaan
tersebut. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang
Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Social Responsibility (CSR)
Suryani Sidik Motik merasa miris mendengar rencana kedatangan 500 TKA China .
"Ada ketidakkonsistenan dari pemerintah. Melihatnya agak miris dan sedih. Pada
masa pandemi ini kan yang perlu dijaga panglimanya adalah kesehatan. Kalau minta
PSBB agar orang tidak datang, kemudian orang tidak bepergian, tidak pulang
kampung, tiba-tiba ada 500 TKA yang datang itu menganggu sekali rasa keadilan,"
ungkapnya melalui diskusi virtual, Jumat (1/5/2020).
Bahkan dia merasa heran, bila memang kedua perusahaan tambang tersebut
tengah mengembangkan pembangunan teknologi nikel dan membutuhkan tenaga
ahli, seharusnya cukup dengan bebera orang yang kompeten dalam bidangnya saja.
Harusnya kata dia, perusahaan membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal
untuk mengurangi angka pengangguran selama pandemi virus corona (Covid-19)
yang terus bertambah.
Page 347 of 695.

