Page 393 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 393
Mansyur.
Mansyur kini sehari-hari sibuk bersama istrinya merawat anak-anak, yang berusia 8
tahun, 5 tahun, dan 5 bulan, serta mengerjakan pekerjaan rumah.
Keluarganya kini mengandalkan uang tabungannya, tetapi ia memprediksi itu akan
habis dalam satu bulan ke depan.
"Kemungkinan satu bulan ini saja, habis sudah. Setiap bulan bayar kontrakan,
sepeda motor, lampu [listrik]. Istri mau enggak mau harus menerima. Sangat sedih
sekali, kita sebagai orang tua tidak punya baju baru dan yang lain [saat Lebaran]
enggak masalah, cuma kita lihat anak istri sangat sedih," ujar Mansyur.
"Tak punya tabungan"
Neng Hasanah di Sukabumi, Jawa Barat, juga baru-baru ini kehilangan
pekerjaannya di sebuah pabrik garmen yang memproduksi pakaian jadi untuk merek
internasional.
Kontraknya tidak diperpanjang sejak 13 Maret meski ia telah bekerja di pabrik
tersebut selama dua tahun.
"Atasan [saya] bilang 'harap kalian semua mengerti, bukan apa-apa, ini kan barang
[pasokannya] berkurang', katanya begitu," kata perempuan berusia 32 tahun
tersebut.
"Kalau yang dirumahkan tidak terlalu banyak juga, kemarin ada 400 orang yang
keluar, yang kontraknya habis."
Ibu dua anak mengatakan saat ini ia pusing memikirkan bagaimana memberi uang
saku anak-anaknya dan membayar pengeluaran setiap bulan seperti cicilan sepeda
motor, televisi dan pengeras suara.
Suami Neng bekerja serabutan dan dibayar setiap dua minggu sekali, katanya.
Keluarganya juga tidak memiliki tabungan.
"Kalau kesulitan mah kesulitan, bingung ya. Kalau bulan puasa mah banyak
pengeluaran, risiko juga double. Risiko sehari-sehari seperti jajan anak. Biasanya
satu hari [uang jajan untuk] anak paling besar dikasih Rp 40.000 atau Rp 30.000,
sekarang jadi Rp 1 5.000 atau Rp 10.000, karena kalau enggak ada sama sekali ya
enggak ada," ujar Neng.
Menurut Neng, ada kemungkinan perusahaan tempatnya bekerja tidak sanggup
membayar uang tunjangan hari raya (THR) para pekerjanya, sehingga ia melepas
buruh kontrak.
"Kemarin waktu habis kontrak, dibilang akan dirumahkan satu minggu, tapi [ketika
saya] mau masuk lagi, katanya diistirahatkan satu bulan, sampai sekarang saya
Page 392 of 695.

