Page 392 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 392

Title          HARI BURUH, GELOMBANG PHK DI TENGAH PANDEMI CORONA
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      01 Mei 2020
                              https://regional.kompas.com/read/2020/05/01/07400021/hari-buruh-gelomb ang-phk-di-
               Page/URL
                              tengah-pandemi-corona
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive

               HARI BURUH, GELOMBANG PHK DI TENGAH PANDEMI CORONA
               Jumlah pekerja yang terimbas pemutusan hubungan kerja ( PHK) karena wabah
               virus corona sudah mencapai lebih dari dua juta orang.

               Hari Buruh yang jatuh pada Jumat (1/5/2020) pun disambut dengan suram oleh
               para buruh yang kehilangan pekerjaan dan tidak dapat menyuarakan aspirasinya ke
               jalan karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

               Mansyurruman kehilangan pekerjaannya di sebuah pabrik manufaktur mesin-mesin
               industri dan konstruksi di Sidoarjo, Jawa Timur.

               Pria berusia 38 tahun ini mengalami PHK oleh pabrik tempatnya bekerja selama 13
               tahun pada awal April, dan sekarang ia dan rekan-rekannya sedang
               memperjuangkan hak untuk mendapat pesangon.

               Ia menghitung pesangon yang seharusnya didapatkannya sebesar lebih dari Rp 107
               juta.

               "[Hari Buruh] tahun ini sangat jauh berbeda [dibanding tahun kemarin]. Masalahnya
               untuk tahun ini [acara yang digelar pada] 1 Mei agak berkurang. Dulu kan bisa
               tumpengan, menggelar acara tahlilan, sekarang tidak bisa, cuma bisa mengucapkan
               selamat May Day, karena keterbatasan PSBB," kata ayah tiga anak ini kepada BBC
               Indonesia (29/4/2020).

               Ketika diberi tahu bahwa ia di-PHK dari pabrik, pria yang akrab disapa Mansyur ini
               merasa "agak goyah" dan "campur aduk."

               "Agak goyah ya, maksudnya [saya] punya kebutuhan [membayar kredit] di bank,
               ada sepeda motor, bayar kontrakan, anak yang masih sekolah. Mau mudik [ke
               Jember] tidak bisa, [ada] PSBB, jadi mau tidak mau harus menetap di sini dulu
               sementara," katanya.

               "[Perasaan saya] campur aduk, pusing, kalau tidur itu enggak bisa, pikirannya
               bercabang-cabang."

               Ia mengatakan tengah mencari pekerjaan lain, tetapi hal tersebut sulit dilakukan di
               tengah keterbatasan pergerakan karena PSBB.

               "Saya untuk sementara masih fokus ini [mendapat uang pesangon]... bergabung
               bersama anak-anak yang lain, memberi support sama teman-teman yang lain biar
               semangat terus, biar semangat untuk memperjuangkan hak-hak karyawan," ujar




                                                      Page 391 of 695.
   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397