Page 538 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 538
Title MENAKER AKUI BANYAK PERUSAHAAN KELUHKAN TAK MAMPU BAYAR THR
Media Name republika.co.id
Pub. Date 01 Mei 2020
https://republika.co.id/berita/q9n9tp377/menaker-akui-banyak-perusahaa n-keluhkan-
Page/URL
tak-mampu-bayar-thr
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengaku banyak perusahaan
yang menyampaikan ketidakmampuannya untuk membayarkan tunjangan hari raya
(THR). Namun, ujar Ida, informasi tersebut baru disampaikan kepadanya secara
lisan dan tanpa data pendukung.
"Sampai hari ini memang belum ada data perusahaan yang menyampikan tidak
mampu memberikan THR. Memang banyak sekali yang menyampaikan secara lisan
tanpa disertai data, mereka nyatakan ketidakmampuannya, namun dengan harapan
pemerintah memberikan relaksasi pembayaran iuran Jamsostek," ujar Ida usai
mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Kamis (30/4).
Demi menjawab keluhan para pengusaha tersebut, pemerintah pun menyiapkan
relaksasi pembayaran iuran jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) atau BPJS
Ketenagakerjaan selama tiga bulan.
Pemerintah mencatat, ada 116.705 perusahaan yang mendapat peluang relaksasi
iuran Jamsostek. Tapi insentif ini bukan tanpa syarat. Relaksasi iuran Jamsostek
hanya diberikan kepada perusahaan yang terbukti masih membayarkan THR kepada
karyawan.
"Terkait relaksasi pembayaran iuran Jamsostek , izin prakarsa penyusunan RPP
(rancangan peraturan pemerintah) sudah diberikan. Berikutnya kami akan
menuntaskan bersama dengan kementerian dan lembaga yang lain," jelas Ida.
Ida menjelaskan, keringanan iuran Jamsostek ini mencakup program jaminan
kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), dan jaminan pensiun. Diskon akan
diberikan untuk iuran JKK dan JKM. Sementara penundaan pembayaran akan
diberlakukan untuk iuran jaminan pensiun.
Melalui relaksasi iuran Jamsostek ini, maka iuran JKK bagi peserta penerima upah
hanya perlu dibayarkan 10 persen dari iuran normal. Angka yang sama juga
diberikan bagi peserta bukan penerima upah, dihitung dari penghasilan peserta
sesuai PP 44 tahun 2015.
Page 537 of 695.

