Page 683 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 683
1999-2006, tidak ada tindakan para buruh yang masuk kategori membahayakan
ketertiban umum.
Justru adanya tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh.
Dikarenakan, mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap
peringatan May Day dilatarbelakangi gerakan komunis. Dilansir Wikipedia.org ,
kekhawatiran adanya kerusuhan akibat gerakan massa buruh setiap tanggal 1 Mei,
ternyata tidak terbukti.
Berikut peristiwa aksi ketika Hari Buruh di Indonesia: Pada tahun 2006, Aksi May
Day 2006 terjadi di berbagai kota di Indonesia. Misalnya Jakarta, Lampung,
Makassar, Malang, Surabaya, Medan, Denpasar, Bandung, hingga Batam.
Di Jakarta, unjuk rasa puluhan ribu buruh di beberapa titik, seperti Bundaran HI dan
Parkir Timur Senayan. Di mana sasaran utama adalah Gedung MPR/DPR di Jalan
Gatot Subroto dan Istana Negara atau Istana Kepresidenan.
Selain itu, lebih dari 2.000 buruh juga beraksi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara.
Mereka menolak revisi Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan yang banyak merugikan kalangan buruh. Pada tahun 2007, ribuan
buruh, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat di Jakarta turun ke
jalan.
Berbagai titik di Jakarta dipenuhi para pengunjuk rasa.
Seperti Kawasan Istana Merdeka, Gedung MPR-DPR-DPD, Gedung Balai Kota dan
DPRD DKI, Gedung Depnaker dan Disnaker DKI, serta Bundaran Hotel Indonesia.
Hinga akhirnya, Pemerintah menetapkan Hari Buruh setiap 1 Mei sebagai hari libur
nasional.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS).
Page 682 of 695.

