Page 181 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 181

Namun  sayangnya,  kata  Dipo,  masyarakat  daerah  luar  Jawa  yang  belum  merasakan  dan
              menikmati infrastruktur telekomuniksinya tentu kesulitan ikut program tersebut. "Bagaimana
              yang ada di daerah, dapil saya NTT, warga mau daftar saja tidak ada sinyal," ungkanya lagi.

              Lebih jauh Dipo menjelaskan bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
              Transmigrasi (Kemendes PDT) dan Kementerian Ketenagakerjaan dinilai memiliki pengalaman
              dalam penyaluran dana desa dan BLT. "Jadi tidak ada salahnya menggandeng menteri terkait
              untuk memeratakan Kartu Prakerja tersebut," paparnya.
              Apalagi,  kata  mantan  Pengurus  Ansor,  masyarakat  yang  paling  terdampak  akibat  pandemi
              Covid-19 ini adalah masyarakat daerah dan pedesaan. "Perangkat Desa memiliki peran yang
              signifikan dalam hal ini."  Dia tak membantah banyak mendapat keluhan dari masyarakat yang
              kesulitan mendaftar Kartu Prakerja. Karena memang wilayah NTT terutama infrastruktur dan
              jaringan telekomunikasi belum merata.

              Diakui Dipo, setiap kebijakan pasti ada plus minusnya, termasuk dalam program Kartu Pra Kerja.
              "Yang jelas dengan suasana Covid ini kan anggaran naik terus. Dugaan kebocoran anggaran
              jelas berpotensi ada, tapi kita tidak boleh menuduh,"katanya.

              Sebab itu, Dipo mendukung langkah KPK untuk mengusut tuntas adanya dugaan penyalagunaan
              anggaran dalam program ini. "Ya, ini sangat positif. Jangan setengah-setengah," ucapnya.

              Berdasarkan  kajian  KPK,  (18/6/2020)  disebutkan  ada  empat  hal  yang  perlu  mendapatkan
              perhatian dari pemerintah. Pertama, proses pendaftaran. KPK menemukan penyelenggara Kartu
              Prakerja  belum  mengoptimalisasi  Nomor  Induk  Kependudukan  (NIK)  untuk  validasi  peserta.
              "Peserta terdaftar dalam data whitelist kementerian atau lembaga belum terdaftar pada laman
              program Kartu Prakerja," ujar KPK.
              Kedua, platform digital sebagai mitra kerja dalam program kartu Prakerja. KPK menemukan
              adanya kekosongan hukum untuk pemilihan dan penetapan mitra yang menggunakan DIPA BA-
              BUN padahal Perpres 16/2018 hanya untuk PBJ yang menggunakan DIPA K/L  KPK juga melihat
              adanya  potensi  masalah  pada  penunjukan  platform  digital  yang  tidak  dilakukan  oleh
              penyelenggaraan Kartu Prakerja dan konflik kepentingan antara platform digital dan lembaga
              pelatihan.

              Ketiga,  konten.  KPK  menemukan  banyak  konten  pelatihan  kartu  Prakerja  yang  tidak  layak.
              Beberapa konten juga tersedia secara gratis di YouTube dan konten pelatihan tidak melibatkan
              ahli.

              Keempat, tataran pelaksanaan. KPK menilai metode pelaksanaan program pelatihan berpotensi
              fiktif, tidak efektif, dan merugikan keuangan negara..





















                                                           180
   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186