Page 183 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 183
PENGANGGURAN TEMBUS 12,7 JUTA ORANG
JAKARTA - Jumlah pengangguran di Indonesia bisa menembus 10,7 juta hingga 12,7 juta orang
pada 2021. Itu seiring adanya potensi pertambahan jumlah pengangguran yang mencapai 4
juta sampai 5,5 juta orang pada tahun ini akibat pandemi Covid-19.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) untuk 2020 diperkirakan berada di kisaran
8,1 persen sampai 9,2 persen. Lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 4,8 persen sampai
5 persen dan realisasi 2019 sebesar 5,28 persen.
"Pada 2020, penganggur diperkirakan bertambah 4 juta sampai 5,5 juta orang.
Dan kalau itu berlanjut, dikhawatirkan pada 2021 mencapai 10,7 juta sampai 12,7 juta orang,"
terang Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa dalam raker bersama Komisi XI DPR RI
di Jakarta, Senin (22/6).
Suharso juga menegaskan untuk target TPT tahun depan berada di antara 7,7 persen sampai
9,1 persen. Sementara, peningkatan pengangguran didorong melemahnya kinerja industri
manufaktur yang turun hingga 30 persen selama 10 minggu mewabahnya Covid-19 sehingga
banyak pekerja di-PHK dan dirumahkan. "Kita berharap bisa dikembalikan, setidaknya
mendekati sebelum pandemi," tuturnya.
Nah untuk industri manufaktur, sambungnya, secara total memiliki jumlah tenaga kerja
mencapai 18 juta dengan 9,8 juta di dalamnya merupakan manufaktur padat karya sehingga
sangat berkontribusi terhadap ekonomi. "Ada 9,8 juta, itu kalau 30 persen di-PHK dan lebih dari
setengah dirumahkan mengakibatkan utilisasi rendah sekali," ujarnya.
Potensi lonjakan jumlah pengangguran juga dikhawatirkan menambah jumlah penduduk miskin
Indonesia yang jika tanpa intervensi dari pemerintah berpotensi naik sekitar 4 juta orang. "Pada
September 2019, BPS menyebutkan 9,22 persen dan tanpa intervensi kira-kira tingkat
kemiskinan mencapai 10,63 persen. Naik sekitar 4 juta orang dari 24 juta ke 28 juta orang,"
katanya.
Oleh sebab itu, Suharso memastikan fokus dan strategi pemerintah untuk 2021 adalah
mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan reformasi sosial yang di dalamnya termasuk
menekan jumlah pengangguran dan kemiskinan. "Dengan intervensi, kita bisa menekan di
bawah 1 juta dan mudah-mudahan rasionya masih bisa satu digit. Pada 2021 kita berharap 9,2
persen sampai 9,7 persen," katanya.
Sebaliknya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memperkirakan penambahan
sekitar 2,92 juta hingga 5,23 juta pengangguran di Indonesia jika pandemi Covid-19 terus
berlangsung. "Di samping data yang telah kami kompilasi, kami juga antisipasi pengangguran
yang bisa bertambah 2,92 juta orang hingga 5,23 juta orang. Kami mencoba untuk terus
menekan tingkat pengangguran agar tetap di bawah dua digit," katanya.
Ditambahkanya, saat ini jumlah pekerja yang terdampak situasi pandemi Covid-19 sebanyak 1,7
juta orang, baik dari sektor formal maupun informal. Dampak dari Covid-19 itu bisa berupa PHK
maupun pengenaan status dirumahkan.
Adapun jumlah pengangguran di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statisik (BPS) per
Februari 2020, adalah 6,88 juta orang. Tentu dengan kondisi ini, Ida berharap situasi dunia
usaha segera membaik agar roda kegiatan ekonomi dapat bergerak, yang pada akhirnya
182

