Page 39 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 39
Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara
mengatakan bila pandemi covid-19 hanya terjadi satu kali, pertumbuhan ekonomi Indonesia
hanya akan terkoreksi hingga minus 2,8%.
Namun, bila second wave terjadi, pertumbuhan akan lebih parah, yakni mencapai minus 3,9%.
"Jika ada second wave, kita bisa minus 3,9%. Memang jelas kondisinya buruk jika dibandingkan
dengan sebelum situasi pandemi covid-19," ujarnya saat berbicara dalam seminar daring New
Normal New Business Model, New Hope, di Jakarta, kemarin.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan dengan
negara lain.
Mengutip Organisasi Internasional Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), penurunan
pertumbuhan bisa sampai minus 10,1% seperti yang akan dialami Argentina, Turki pada minus
8,1%, Meksiko minus 8,1%, Afrika Selatan minus 8,2 %, dan Brasil minus 9,1 %.
Pandemi covid-19 ini, kata Mirza, menjadi perhatian utama para pelaku ekonomi dunia saat ini.
Negara-negara di dunia sedang mengupayakan agar kegiatan ekonomi terus berjalan, tetapi
tetap dapat meminimalkan risiko terpapar covid-19.
Dari dalam negeri, pemerintah saat ini terus berjuang agar penyebaran virus covid-19 dapat
dikendalikan. Jakarta sebagai episentrum awal penyebaran covid-19 relatif sudah terkendali.
Namun, di beberapa daerah, cenderung terjadi peningkatan kasus penyebaran covid-19.
Presiden Joko Widodo pun telah memerintahkan jajarannya agar daerah-daerah yang
mengalami lonjakan kasus ditangani dengan lebih cepat lagi.
Industri berjalan
Dalam kesempatan berbeda. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan dunia usaha
dan sektor industri harus terus berlangsung di tengah pandemi covid-19, agar produktivitas
tetap terjaga dengan baik.
"Presiden Jokowi telah mengajak agar sekarang ini dunia usaha dan industri kembali bergerak,
memutar roda perekonomian." katanya di sela kunjungan kerja ke Kawasan Industri Suryacipta
Kabupaten Karawang, kemarin.
Ia menyampaikan, antara penanganan wabah secara langsung dan penanganan dampaknya
harus berjalan bersamaan. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang
direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan itu sendiri menjadi bagian dari upaya perlindungan
atas keberlangsungan usaha sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja di
tempat kerja.
Sekretaris Daerah Karawang Acep Jamhuri mengatakan, perusahaan-perusahaan di Karawang
secara umum masih beroperasi di tengah penanganan virus korona.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membantah anggapan yang menyebutkan
pemerintah lebih mementingkan sektor ekonomi ketimbang kesehatan pada masa pandemi
covid-19.
Pada periode sekarang, ia mengungkapkan ada empat sektor yang secara merata menjadi
perhatian utama pemerintah, yaitu kesehatan, ekonomi, sosial, dan keuangan.
38

