Page 36 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 36
6. Perlengkapan: Karyawan dapat tetap memiliki laptop mereka untuk membantu mencari
peluang lain.
7. Perpanjangan program bantuan karyawan: Gojek sangat memperhatikan kondisi emosional
dan psikologis karyawan yang terdampak.
Maka dari itu, Gojek memperpanjang masa dukungan, mencakup program layanan kesehatan
mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama tiga bulan ke depan.
8. Program outplacement: mencari pekerjaan baru tidak pernah mudah, sehingga kami
memberikan program outplacement yang akan membantu setiap orang untuk mencari
pekerjaan.
Terjawab Sebelumnya, Gojek dikabarkan bakal melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK)
terhadap karyawannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh sumber yang enggan disebutkan identitasnya.
Dilansir KompasTekno dari Reuters, Selasa (23/6/2020), pengumuman PHK perusahaan ride-
hailing ini konon akan dilakukan minggu ini.
Gojek sendiri sejatinya baru saja menerima kucuran dana dari investor besar yakni Facebook
dan PayPal.
Alasan Facebook dan PayPal menyuntik modal kepada Gojek disinyalir adalah agar platform
pembayaran PayPal atau WhatsApp Pay dapat terintegrasi di aplikasi Gojek.
Sebelumnya, Facebook mengatakan bahwa penanaman modal tersebut bertujuan untuk
memajukan dan mengembangkan bisnis lokal maupun UMKM di Indonesia lewat platform Gojek,
sekaligus mencari mitra untuk mengembangkan platform WhatsApp.
Tidak disebutkan berapa besarnya dana yang disuntikkan Gojek dan PayPal ke Gojek, namun
lewat pendanaan itu, total pendanaan baru yang didapat Gojek diklaim mencapai 3 miliar dollar
AS (Rp 42 triliun).
Gojek sendiri pada Maret lalu mengumumkan pendanaan 1,2 miliar dollar AS, dan valuasi
mencapai 10 miliar dollar AS, seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel " Gojek Disebut
Akan Umumkan PHK Karyawan Pekan Ini " Sebagai informasi, situasi pandemi terus
mengganggu sejumlah operasi bisnis perusahaan, tak terkecuali bisnis ride-hailing.
Seperti diwartakan sebelumnya, kompetitor Gojek, Grab, sudah lebih dulu mengumumkan
adanya PHK terhadap 360 karyawannya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Hal tersebut bertujuan untuk menyiasati dampak dari kondisi bisnis di tengah pandemi Covid-
19 yang belum mereda.
Lebih jauh, jika melihat pasar internasional, perusahaan ride-hailing Uber dan Lyft juga mem-
PHK sejumlah karyawannya demi menyesuaikan operasi bisnis dengan situasi terkini di tengah
pandemi.
(Tribunnews.com/Tio/Hari Darmawan).
35

