Page 4 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 4

Para TKA China tersebut rencananya akan bekerja PT  Virtue  Dragon  Nickel  Industry dan PT
              Obsidian  Stainless Steel. Kedatangan 500 TKA China ke Sultra diklaim untuk mempercepat
              pembangunan smelter dengan teknologi  RKEF  (  rotary  kiln-electric furnace).

              FAKTA TERBARU SOAL 500 TKA CHINA YANG AKAN TIBA DI KONAWE

              Konten Redaksi kumparan  Sebanyak 500 Tenaga Kerja Asing (  TKA  ) asal China akan tiba di
              Sulawesi Tenggara (Sultra) pada akhir Juni 2020. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
              telah mengkonfirmasi kehadiran para pekerja dari China tersebut.

              Para TKA China tersebut rencananya akan bekerja PT  Virtue  Dragon  Nickel  Industry dan PT
              Obsidian  Stainless Steel. Kedatangan 500 TKA China ke Sultra diklaim untuk mempercepat
              pembangunan smelter dengan teknologi  RKEF  (  rotary  kiln-electric furnace).

              Teknologi  RKEF  yang dikuasai para TKA China itu, diklaim bisa membangun smelter secara
              ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik. Teknologi itu juga menghasilkan
              produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di pasar internasional.

              Berikut kumparan merangkum fakta-fakta terkini 500 TKA China di Konawe:  Direktur Jenderal
              Pembinaan  Penempatan  Tenaga  Kerja  dan  Perluasan  Kesempatan  Kerja  (    Binapenta    )
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  Aris  Wahyudi  mengungkapkan,    500  TKA  China
              bakal tiba di Sultra pada akhir bulan ini atau awal Juli.

              "Info  yang  kami  dapat  memang  seperti  itu,  TKA  akan  datang  akhir  Juni  atau  awal  Juli.
              tergantung penyelesaian administrasi kesehatan bebas COVID-19 dan lain-lain perjalanan," ujar
              Aris Wahyudi kepada  kumparan  , Selasa (23/6).

              Aris  mengatakan  akan  melakukan  pengawasan  kepada  seluruh  TKA  asal  China  tersebut.
              Kemnaker akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Konawe, Sulawesi Utara.

              "Untuk memastikan pemenuhan prosedur, posisi Kemnaker melakukannya melalui Pengawas
              Ketenagakerjaan dan partisipasi kita dalam Tim PORA di Daerah," sambungnya.


              Aris  menyampaikan,  500  TKA  China  itu  merupakan  pekerja  dengan  keahlian  khusus  yang
              dibutuhkan.

              Aris membantah jika kedatangan TKA itu akan mengurangi lapangan kerja bagi pekerja lokal.
              Sebaliknya,  menurut  Aris,  kehadiran  500  TKA  China  itu  akan  mempercepat  proyek  smelter
              sehingga pekerja lokal dapat lebih banyak terserap.

              "Tidak  (merugikan  pekerja  lokal).  Justru  akan menjadi  trigger  dalam  perluasan  kesempatan
              kerja di dalam negeri atau lokal," ucapnya.

              Gubernur Sultra Ali  Mazi  bersama sejumlah pejabat daerah di Sultra memang sempat menolak
              rencana kedatangan 500 TKA China itu. Namun, belakangan ratusan TKA China diizinkan masuk.

              "Memang kita kan tidak melarang, dulu kita minta untuk ditunda karena suasana kebatinan
              karena  kita  akan  menghadapi  bulan puasa.  Saya  minta  ke pihak  perusahaan  untuk  ditunda
              sampai selesai bulan puasa, sekarang sudah selesai mereka datang kembali untuk meminta izin
              lagi," terang Ali  Mazi  saat ditemui awak media di gedung Paripurna DPRD Sultra, pada Selasa
              (16/6).

              Ia juga menjelaskan bahwa rencana kedatangan  500 TKA China ke Sultra  itu telah memenuhi
              seluruh  persyaratan  dan  perizinan  sesuai  dengan  ketentuan  yang  ada,  terlebih  mengenai
              persyaratan protokol kesehatan penanganan COVID-19.



                                                            3
   1   2   3   4   5   6   7   8   9