Page 50 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2019
P. 50

Title          58,8 PERSEN TKI TAMATAN SMP KE BAWAH: KALAU PUN BISA BEKERJA, MEREKA AKAN
                              MENJADI PEKERJA KASAR
               Media Name     tribunnews.com
               Pub. Date      27 Juli 2019
               Page/URL       https://www.tribunnews.com/tribunners/2019/07/27/588-persen-tki-tamata n-smp-ke-
                              bawah-kalau-pun-bisa-bekerja-mereka-akan-menjadi-pekerja-kasa r
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive

               NASIONALISME Tenaga Kerja merupakan manifestasi tanggung jawab konstitusional
               Pemerintah dalam melindungi hak setiap warga negara untuk mendapatkan
               pekerjaan.

               Komitmen Pemerintah tidak berkurang sedikitpun untuk menjalankan hal itu.

               Demikian sari diskusi Forum Group Discussion (FGD) bertema "Pendidikan Kritis dan
               Isu Nasionalisme Tenaga Kerja" yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi
               Pedagogik (FDP) Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta di Ruang 104, Gedung
               Pascasarjana UNJ.

               Dalam diskusi Reboan Edisi Rabu, 24 Juli 2019, FDP IKA UNJ menghadirkan Kepala
               Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja
               R.I., Ir.

               Ismail Pakaya , M.E.

               Beberapa alumni, sejumlah mahasiswa, dosen UNJ dan staf pengajar dari beberapa
               perguruan tinggi di Ibu Kota hadir dan aktif mengemukakan gagasan mereka.

               Setelah Sekjend IKA UNJ Dr. Suherman Saji Sura, M.Pd., memberikan sambutan
               pembukaan, FGD kemudian dipandu oleh Ketua Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ,
               Abdullah Taruna.

               Pemandu diskusi kemudian memaparkan kabar sosmed tentang banyaknya tenaga
               kerja asing (TKA) di Indonesia, khususnya dari China.

               "Apakah hal itu merupakan dampak dari pemberlakuan Pasar Bebas-AFTA sejak 3,5
               tahun terakhir? Ataukah hal itu hanya karena dilebih-lebihkan? Lalu bagaimana
               memberikan pendidikan kritis agar para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mampu
               memiliki kesadaran kritis akan tantangan kompetisi jasa tenaga kerja di dalam
               negeri dan semua negara yang tergabung dalam AFTA?" kata moderator saat
               memantik narasumber untuk mempresentasikan gagasan dan data-datanya.

               "Isu nasionalisme tenaga kerja itu merupakan tanggung jawab Pemerintah untuk
               menyediakan bagi tiap-tiap warga negara pekerjaan dan penghidupan yang layak
               bagi kemanusiaan," kata Ismail Pakaya mengutip UUD 1945 Bab X, Pasal 27, ayat 2.

               Jadi isu nasionalisme tenaga kerja, tambah Ismail, bukan langkah menaturalisasi
               Tenaga Kerja Asing seperti halnya naturalisasi pemain bola asing.




                                                       Page 49 of 131.
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55