Page 51 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2019
P. 51

"Isu nasionalisme tenaga kerja itu lebih pada bagaimana Pemerintah menjalankan
               amanat Undang-Undang Dasar untuk memenuhi hak dari setiap rakyat Indonesia
               terhadap pekerjaan," kata Ismail Pakaya menegaskan.

               Tanggung jawab Negara yang digotong oleh Pemerintah itu semakin lengkap
               dengan penegasan pada pasal Pasal 28 D, ayat 2; "Hak untuk bekerja dan
               mendapat imbalan serta perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja".

               Agar setiap warga negara mendapatkan pekerjaan yang menjadi haknya, lanjut
               Ismail, Pemerintahan Presiden Jokowi menargetkan 10 juta perluasan kesempatan
               kerja sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
               Nasional (RPJMN).

               "Di tahun ke-3, ke-4, ke- 5 dengan yang sekarang, itu kita (target Pemerintah)
               sudah melebihi 10 juta. Artinya akumulasinya melebihi target," ungkap Ismail
               Pakaya .

               Berkaitan dengan banyaknya TKA, menurut Ismail, hal itu merupakan dampak dari
               pemberlakuan AFTA pada Januari 2015.

               "Sekarang TKA Korea sekitar 9000-an orang, Malaysia 4000-an orang, China sekitar
               36000 orang," Ungkap Ismail tentang 3 negara asing yang memiliki pekerja terbesar
               di Indonesia.

               Itupun, kata Ismail, para TKA itu merupakan pekerja profesional, bukan buruh
               serabutan.

               "Kalau tenaga kerja kasar ya kita (Pemerintah) pasti tolak," kata Kapuslitbang
               Ketenagakerjaan, Ismail Pakaya .

               Betapapun TKA China mencapai 36 ribu orang, kata Ismail, namun jumlah itu masih
               jauh lebih sedikit dibanding jumlah TKI yang bekerja di China.

               Data BPS per Desember 2017, jumlah TKI di sejumlah wilayah China mencapai
               ratusan ribu: Di Makau 20 ribu jiwa, di Hongkong 150 ribu jiwa, dan di Taiwan 200
               ribu jiwa.

               Total jumlah TKI yang di Makau dan Hongkong saja sudah 170 ribu sekitar 1,5
               tahun lalu.

               Itu berarti jumlah TKA China di Indonesia belum ada 30 persen dibanding TKI yang
               bekerja di RRC.

               Kendatipun para TKA itu pekerja profesional, selama Indonesia bisa menyediakan
               tenaga lokal yang memiliki kemampuan melebihi para TKA atau minimal setingkat,
               tentunya pertumbuhan TKA di dalam negeri bisa dibuat zero.



                                                       Page 50 of 131.
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56