Page 53 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2019
P. 53
kualitas sumber daya manusia," kata Ismail.
Ismail menyebut tantangan tersebut tampak dari data Kementerian
Ketenagakerjaan tahun 2018.
Sebanyak 58,8 persen Tenaga Kerja Indonesia adalah tamatan Sekolah Menengah
Pertama ke bawah.
Mayoritas pendidikan TKI tersebut menunjukkan kualitas para TKI masih rendah.
Fakta ini mengundang pertanyaan bagaimana para TKI tersebut bisa menghadapi
era automasi? "Kalau pun bisa bekerja, mereka akan menjadi pekerja kasar," kata
Ismail.
Termasuk dalam upaya peningkatan kualitas angkatan kerja, kata Ismail, perlu
dilakukan percepatan untuk penyerapan pekerja dari tamatan pendidikan menengah
(SMK/SLTA) dan perguruan tinggi).
Saat ini, pengangguran terbuka untuk lulusan SMA mencapai 6,78 persen, SMK 8,63
persen, Diploma (I/II/III) 6,89 persen, dan S1 sebanyak 6,24 persen.
Selain masalah pentingnya peningkatan kualitas, tantangan ketenagakerjaan lainnya
adalah penempatan dan perluasan kesempatan kerja yang terdiri dari dua hal:
Pertama, vertical mismatch, ketidaksesuaian tingkat pendidikan dengan tingginya
kualifikasi pendidikan lapangan kerja.
Sebanyak 53,33 persen tingkat pendidikannya TKI masih sangat rendah, dari
persentase itu, 41,51 persen hanya mengenyam pendidikan SD ke bawah.
Kedua, adalah masalah horizontal mismatch, yaitu latar belakang pendidikan dan
keterampilan para TKI tidak sesuai dengan bidang pekerjaan yang dijalani.
Mereka itu itu berjumlah 60,62 persen.
Berkaitan dengan tantangan rendahnya tingkat pendidikan, Pemerintah
menginginkan tenaga kerja Indonesia minimal lulusan SMK sederajat.
"Apalagi, lima tahun ke depan kita fokus mengembangkan kualitas sumber daya
manusia," kata Ismail.
Menaikkan level pendidikan, menurut Ismail Pakaya sangat penting.
"Pendidikan lebih tinggi lebih rendah risiko di-automasi. Jadi pekerja dengan
keterampilan teknis perlu menambah keterampilan lain yang cenderung sulit di-
automasi, terutama kemampuan managerial dan leadership," kata Ismail Pakaya .
Namun karena SMK belum bisa menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan industri,
Page 52 of 131.

