Page 52 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2019
P. 52
Peluang menempatkan 1500 TKI yang dibutuhkan oleh Pegatron, perusahaan
iPhone asal Taiwan baru-baru ini lewat begitu saja.
Penyebabnya, kata Ismail, tenaga kerja Indonesia tidak memenuhi kualifikasi
pengoperasian teknologi tingkat tinggi Pegatron, yang kini sudah direlokasi di
Batam.
Isu dan Tantangan Berkaitan dengan persoalan kualitas itu, Ismail Pakaya
mengingatkan beberapa isu dan tantangan ketenagakerjaan sekarang.
Isu tentang automasi kerja di Indonesia pun telah terjadi, dan akan berdampak
pada pergeseran lapangan pekerjaan, dan munculnya jenis pekerjaan baru.
Tantangan lainnya, adalah adopsi teknologi yang begitu cepat berpotensi membuat
anak-anak yang memasuki sekolah dasar pada tahun 2018 akan bekerja dalam
pekerjaan yang belum ada saat ini.
Ismail mencontohkan, India memiliki hampir 4 juta pengembang aplikasi.
Uganda memiliki lebih dari 400 ribu petani organic besertifikasi internasional, dan
China memiliki 100 ribu validator data (data labeler).
Jenis pekerjaan ini tidak dikenal sepuluh tahun sebelumnya, dan saat ini telah
menjadi competitive advantage negara-negara tersebut.
Ini membuktikan automasi kerja merupakan tuntutan zaman yang bisa tidak bisa
harus diterima.
Melawan automasi pasti terkena hukum disrupsi. Tukang ojek pangkalan awal-awal
penggunaan aplikasi untuk jasa ojek berbaku pukul dengan driver ojek berbasis
aplikasi.
Bahkan Budiarti, dosen senior Pendidikan Sejarah yang juga pendiri Prodi Usaha
Jasa Pariwisata UNJ mengungkapkan dalam diskusi tersebut, menurutnya saat ini
masih banyak guru SMK yang belum bisa mengimbangi perkembangan teknologi.
"Misalnya di sekolah yang berbasis IT, ada guru yang tak mau tahu perkembangan
teknologi. Seharusnya, gurunya memperbaiki pengetahuannya. Apalagi Akuntansi,
sekarang kan bisa memanfaatkan aplikasi tapi mereka tetap ingin cara manual,"
kata Budiarti.
Penambahan TKA yang cepat, berkorelasi langsung dengan rendahnya tingkat
pendidikan, dan kualitas lulusan angkatan kerja Indonesia.
"Pentingnya peningkatan kualitas angkatan kerja itu merupakan tantangan yang kini
dihadapi oleh Pemerintah. Apalagi, lima tahun ke depan kita fokus mengembangkan
Page 51 of 131.

