Page 56 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2019
P. 56

Title          DERITA TKW ASAL LOMBOK, DIJUAL RP 110 JUTA HINGGA DISIKSA DAN DISIRAM AIR
                              PANAS DI ARAB SAUDI
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      27 Juli 2019
               Page/URL       https://regional.kompas.com/read/2019/07/27/10483631/derita-tkw-asal-l ombok-dijual-
                              rp-110-juta-hingga-disiksa-dan-disiram-air
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative





               Kabar miris kembali menimpa tenaga kerja wanita Indonesia asal Lombok Barat,
               Nusa Tenggara Barat, yang mengadu nasib di luar negeri.

               Sri Wahyuni (25), warga Dusun Pesanggaran, Desa Serumbung, Lembar Lombok
               Barat, mengalami penyiksaan sadis oleh majikannya di Riyadh. Mulai dari dipukul,
               dijambak, disayat pisau hingga disiram air panas.

               Kepala Dusun Pesanggaran, Suhaimu, Sabtu (27/7/2019), mengatakan, pihaknya
               mendapat kabar langsung dari Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di
               Jeddah, Jumat pekan lalu. Hanya saja ia belum berani melaporkan ke keluarga
               karena kondisi Sri yang sangat memprihatinkan.

               "Tubuh warga saya itu penuh bekas luka, luka lama dan luka baru banyak. Matanya
               masih luka akibat pukulan, ada bekas sayatan pisau dan luka akibat disiram air
               panas," kata Suhaimi.

               Suhaimi menjelaskan, Sri berangkat ke Riyadh pada 24 Desember 2017 atau dua
               tahun silam. Dia diberangkatkan oleh tekong asal Lombok Tengah.

               "Saya sebagai Kadus tidak tahu kalau tekong masuk ke kampung ini dan
               beragkatkan warga. Kami tahu setelah keluarga minta bantuan, setelah Sri
               menelpon bibinya dan mengabarkan jika disiksa majikannya," tutur Suhaimi.

               Saharuddin dan Nur'asiah, keadua orangtua Sri Wahyuni, membenarkan Sri sempat
               menelepon bibinya, Munakrah, Januari 2018 silam, mengabarkan bahwa Sri tak kuat
               bekerja karena kerap disiksa majikannya.

               "Kami dapat kabar sudah lama sejak awal 2018 kalau Sri disiksa majikannya,
               berulang kali, kami berusaha menanyakan dan minta tekong yang berangkatkan
               bertanggung jawab, hingga kami dapat kabar 2019 ini dia dirawat di KJRI Jeddah
               dengan tubuh penuh luka," kata Nur'asiah, ibu tiri Sri Wahyuni, Jumat sore
               (26/7/2019).

               Nur'asiah tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Dia menunjukkan foto foto
               bekas penyiksaan yang dialami Sri. Baginya, penderitaan Sri adalah penderitaannya
               juga.






                                                       Page 55 of 131.
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61