Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JUNI 2019
P. 48

mengatakan, turut berduka dan mengajak mengambil hikmah dari musibah yang
               terjadi bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting.

               "Selain kepedulian pengusaha, jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan rasa
               aman dan tenang para pekerja atas resiko sosial yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
               Inilah yang menjadi perhatian BPJS Ketenagakerjaan untuk terus bersama-sama
               melakukan sosialisasi dan edukasi," kata Krishna, Selasa, 25 Juni 2019.


               Pengusaha harus terbuka menginformasikan kepada BPJS Ketenagakerjaan terkait
               aktivitas usaha yang dilakukan. Mulai dari bentuk usaha, jumlah tenaga kerja hingga
               besaran upah yang dibayarkan supaya tidak ada kerugian yang dialami bila resiko
               sosial terjadi.

               Seperti yang dialami Suheri dan Kiptiah, dua anaknya yaitu Sahmayanti dan
               Gusliana menjadi korban kebakaran. "Namun hanya Almarhumah Gusliana memiliki
               hak di BPJS Ketenagakerjaan sebagai peserta. Santunan yang diterima ahli warisnya
               sebesar Rp 150,4 juta," ucapnya.

               Jumlah tersebut adalah total manfaat yang diterima dari empat program BPJS
               Ketenagakerjaan yaitu santunan Kematian akibat Kecelakaan Kerja berupa 48 x
               upah sesuai yang dilaporkan, santunan jaminan kematian, jaminan hari tua, dan

               jaminan pensiun yang dibayarkan secara lumpsum. Almarhumah Gusliana terdaftar
               sejak Oktober 2018, gajinya rata-rata Rp 500.000 sampai Rp 700.000 dipotong
               sebesar Rp 16.800 per bulan untuk iuran BPJS-nya.

               Sementara untuk korban lain, statusnya pekerja harian lepas. Sesuai Peraturan
               Pemerintan Nomor 44 Tahun 2015 Pasal 27 disebutkan: pemberi kerja selain
               penyelenggara negara yang belum mendaftarkan pekerjanya ke dalam program
               BPJS maka bila terjadi resiko terhadap pekerjanya wajib memberikan hak pekerja
               sesuai atur tersebut.


               "Untuk Almarhum Sahmayanti dan korban lainnya, perusahaan wajib membayar
               haknya. Sesuai ketentuan yang berlaku atau seperti yang diberikan BPJS. Kami
               mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu dan
               memberikan kemudahan sehingga pembayaran dilakukan dalam waktu yang cepat.
               Ini bukti bahwa negara hadir memberikan kepastian dan perlindungan kepada
               warganya," katanya lagi.

               Ditanya berapa jumlah pekerja PT Kiat Unggul yang terdaftar sebagai peserta BPJS
               Ketenagakerjaan, Krishna mengatakan, perusahaan ini memiliki beberapa pabrik di





                                                       Page 47 of 104.
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53