Page 14 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 14

triliun menjadi Rp 677,2 triliun. Ini mencakup Anggaran Bidang Kesehatan Rp 87,55 triliun,
              Anggaran  Perlindungan  Nasional  (bansos  dan  lain-lain)  sekitar  Rp  203,90  triliun,  Anggaran
              Insentif Usaha (PPh 21 DTP dan lain-lain) Rp 120,61 triliun, Anggaran untuk UMKM Rp 123,46
              triliun, Anggaran untuk Korporasi Rp 44,5 triliun, serta Anggaran untuk Sektoral K/L & Pemda
              Rp 97,11 triliun.

              Sementara  itu,  Gubernur  Bank  Indonesia  Perry  Waijiyo  sebelumnya  menyebut,  quantitative
              easing (QE) hingga Juni 2020 mencapai sekitar Rp 605,5 triliun. Rinciannya, pada Januari hingga
              April 2020, BI mengeluarkan QE berupa pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang telah
              dilepas asing di pasar sekunder yang menambah likuiditas sekitar Rp 166,2 triliun. Selanjutnya,
              term repo perbankan yang dilakukan


              menambah likuiditas sebesar Rp 160 triliun. Ada juga penurunan Giro Wajib Minimum (GWM)
              rupiah  yang  memberi  likuiditas  sebesar  Rp  53  triliun  dan  sivap  valuta  asing  (valas)  yang
              menginjeksi likuiditas hingga Rp 36,6 triliun.

              Pada periode Mei-Juni 2020, Bank Sentral Indonesia juga mengeluarkan tambahan QE berupa
              penurunan GWM rupiah pada bulan Mei 2020, masing-masing sebesar 200 basis poin (bps)
              untuk bank umum konvensional dan 50 bps untuk bank umum syariah atau unit usaha syariah
              per 1 Mei 2020, yang ditaksir menambah likuiditas di perbankan hingga Rp 102 triliun. Ada juga
              peniadaan  pemberlakuan  kewajiban  tambahan  giro  untuk  pemenuhan  Rasio  Intermediasi
              Makroprudensial (RIM) terhadap bank umum konvensional maupun bank umum syariah atau
              unit  usaha  syariah  selama  satu  tahun  yang  mulai  berlaku  pada  1  Mei  2020,  yang  ditaksir
              menambah likuiditas hingga Rp 15,8 triliun rupiah. Kemudian, ada term repo perbankan dan FX
              swap yang diperkirakan menambah likuiditas Rp 71,9 triliun.

              Sejumlah negara lain seperti Jepang juga sebelumnya menambah stimulus untuk penanganan
              dampak pandemi Covid-19, yang berasal dari Tiongkok. Pemerintahan Perdana Menteri Jepang
              Shinzo Abe sebelumnya menggandakan stimulus Jepang, dalam usahanya memenuhi janji untuk
              menjaga  bisnis  dan  rumah  tangga  terselamatkan  dengan  paket  respons  terhadap  pandemi
              Covid-19 yang terbesar di dunia.


              Sebagaimana  dirilis  Bloomberg,  Kabinet  Shinzo  Abe  pada  27  Mei  2020  menyetujui  stimulus
              tambahan  117  triliun  yen  (US$  1,1  triliun),  yang  mencakup  bantuan  pembiayaan  untuk
              perusahaan  yang  kesulitan,  subsidi  untuk  membantu  perusahaan  membayar  sewa,  dan
              beberapa triliun yen untuk bantuan perawatan kesehatan dan dukungan untuk ekonomi lokal.

              Pengeluaran yang akan didanai oleh anggaran tambahan kedua itu, membuat nilai total stimulus
              fiskal Jepang menjadi 234 triliun yen (US$ 2,2 triliun). Abe pun bersumpah untuk membawa
              stimulus fiskal menjadi sekitar 40% dari produk domestik bruto (PDB).

              Super Deduction Tax
              Airlangga  mengatakan  lebih  lanjut,  pembukaan  wilayah  dan  sektor  ekonomi  tetap
              memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19, kesiapan kementerian/lembaga (K/L) dan
              pemda,  ketersediaan  alat  dan  fasilitas  kesehatan,  serta  kepatuhan  masyarakat.  "Sifatnya
              dinamis.  Jadi,  dapat  ditutup  atau  dibatasi  kembali.  Masa  new  normal  merupakan  skenario
              sampai ditemukannya vaksin corona itu," tutur dia.

              Dia  mengatakan,  agar  vaksin  segera  ditemukan  dan  dapat  didistribusikan  secara  nasional,
              pemerintah perlu memperluas aturan super deduction tax (insentif pengurangan pajak super
              sampai  300%)  bagi  industri  farmasi  dan  kesehatan.  Beleid  super  deduction  tax  yang
              dimaksudkannya itu diterbitkan pada Juli 2019.





                                                           13
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19