Page 16 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 16
Rully menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi Bank Mandiri, kegiatan ekonomi di sejumlah
daerah yang melonggarkan PSBB belum kembali bangkit dengan cepat. Itu karena dunia usaha
perlu waktu untuk pulih.
Sedangkan Direktur Jaringan dan Layanan BRI A Solichin Lutfiyanto mengatakan, meski
sejumlah wilayah masih menerapkan PSBB, terdapat sejumlah sektor yang masih potensial
untuk diberi kredit saat ini. "Kredit BRI bisa tumbuh selektif di sektor yang risikonya termitigasi,
seperti pertanian, kesehatan, dan farmasi," ucap Solichin.
Sektor Transportasi
Sementara itu, Sekjen Kemenhub Djoko Sasono menjelaskan, Kemenhub telah menerbitkan
sejumlah peraturan sebagai acuan pengendalian transportasi pada masa adaptasi new normal.
Peraturan itu, menurut Djoko, terdiri atas Permenhub No 41 Tahun 2020 tentang Perubahan
atas Permenhub No 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka
Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang diterbitkan pada 8 Juni 2020. Bersamaan dengan itu,
terbit pula empat surat edaran (SE) subsektor sebagai regulasi turunannya.
"Seluruh regulasi itu dikeluarkan untuk memastikan masyarakat tetap bisa produktif namun
aman dari Cov-id-19, sehingga roda perekonomian dapat terus beijalan. Secara umum,
pengendalian transportasi berlaku untuk seluruh wilayah, termasuk wilayah berstatus PSBB,"
papar Djoko.
Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengungkapkan, sejalan dengan diterbitkannya
Permenhub No 41/2020, sektor penerbangan mulai mengalami peningkatan jumlah
penumpang. Di tengah jumlah penumpang penerbangan yang mulai meningkat, batas kapasitas
maksimal tetap diikuti. Protokol kesehatan juga masih konsisten diterapkan.
Adapun penumpang moda darat dan laut, kata Adita, belum meningkat signifikan. Begitu pula
penumpang kereta api (KA), apalagi KA reguler jarak jauh baru dioperasikan kembali pada 12
Juni 2020.
Bandara Ramai
Menyusul diterbitkannya Permenhub No 41/2020, volume penumpang domestik dan
internasional di 19 bandara APII pada 8 dan 9 Juni 2020 rata-rata mencapai 7.000 penumpang
per hari. Pada 10 Juni lalu, jumlahnya naik menjadi 14.700 penumpang, dengan 6.038
penumpang di antaranya di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Cengkareng.
"Perlahan jumlah penumpang kembali naik. Pada masa adaptasi ini, setiap orang dibolehkan
melakukan peijala-nan dengan pesawat, namun tetap menjalankan protokol kesehatan," ujar
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin.
Peningkatan, menurut Awaluddin, juga terjadi pada angkutan kargo. Pada 10 Juni lalu, volume
kargo mencatatkan angka tertinggi sepanjang Juni 2020, mencapai 1,65 juta kg. Khusus di
Bandara Soetta, volume kargo pada tanggal itu mencapai 1,2 juta kg.
Sekjen INACA Bayu Sutanto mengungkapkan, di sektor transportasi, yang paling siap
menghadapi pelonggaran PSBB adalah sektor transportasi udara. Itu karena sektor transportasi
udara sudah terbiasa dengan protokol kesehatan dan standar keselamatan yang tinggi.
"Untuk sektor transportasi udara, aturan protokol kesehatan dan safety, baik preflight di
bandara, inflight di pesawat, maupun postflight di bandara relatif rinci dan ketat. Namun
demikian, operator dan pengguna jasa di lapangan masih terkendala inkonsistensi dan
ketidakseragaman protokol di daerah," kata Bayu.
15

