Page 17 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 17

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, persyaratan penumpang pesawat
              mengacu pada SE Gugus Tugas No 7/2020 yang mewajibkan penumpang menunjukkan hasil
              tes polymerase chain reaction (PCR), uji cepat (rapid test), atau surat keterangan kesehatan
              jika di daerah asal tak ada fasilitas penyedia tes PCR atau rapid test. Bila ada pemda mewajibkan
              syarat  tambahan  bagi  penumpang  pesawat,  kata  Novie,  Kemenhub  berkoordinasi  terlebih
              dahulu dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

              Protokol Kesehatan Ketat
              Menurut President & CEO Perintis Triniti Properti Ishak Chandra, perekonomian sudah mulai
              menggeliat  setelah  PSBB  dilonggarkan.  "Ekonomi  sudah  bergerak  lagi,  walau  hanya  sedikit,
              karena ini kan baru tahap permulaan. Perlu pula menekankan pentingnya menjalankan protokol
              kesehatan  secara  ketat  agar  pelonggaran  PSBB  tidak  memicu  gelombang  kedua  pandemi
              corona," kata dia.

              Direktur Metropolitan Land Olivia Surodjo mengemukakan, mal-mal milik Metland di Bekasi dan
              Bogor sudah beroperasi secara terbatas sejak 8 Juni 2020, untuk persiapan new normal. Untuk
              perkantoran, pihaknya masih menerapkan bekerja dengan batasan 50% work from office (WFO)
              dan 50% work from horne (VVFH), secara bergantian.

              "Pelonggaran PSBB adalah langkah awal bagi proses pemulihan ekonomi. Namanya proses, pasti
              tidak instan, perlu waktu," tutur dia.
              Sementara  itu,  Direktur  Utama  PT  Pembangkitan  Jawa  Bali  (PJB)  Iwan  Agung  Firstantara
              memastikan,  35  unit  pembangkit  PJB  dalam  kondisi  optimal  untuk  melayani  kebutuhan
              pelanggan  yang  meningkat  setelah  PSBB  dilonggarkan.  Iwan  memastikan  jajaran  PJB  siap
              mendukung  keputusan  pemerintah  dengan  menjamin  ketersediaan  pasokan  listrik  ke
              masyarakat dan dunia usaha, (nid/ leo/ark/ rap/ed/az/en)

              Rincian  Stimulus  BI  yang  Sudah  Direalisasikan  Hingga  28  Mei  2020  dan  yang  Berpotensi
              Dilakukan

              | Keterangan Jumlah (Rp Triliun) |

              1. Ouantitaivc easing yang sudah diinjeksikan h ngga 28 Mei 2020: 583,5
              - Pembelian SBN di pasar sekunder yang d jual oleh a&ng 166,2

              - Term repo perbankan dan korporasi yang memiliki SBN Poni nir'sn ^\A/M ^nriah OfYl hi\c ^
              RftO'L aWa 137,1 m?

              r uiluiUi dll V3VVrrl uptall c\fsJ Upo lllc IjaUI Otu\fo, aJa puila Jcuidil IIKUrJI.ao fJClUd'lNdil *
              Dikucurkan tambahan quantitatrve easing (QE) 1 yJC 79,7
              - Penurunan GWM rupiah 100 bps menjadi 5,5% yang menambah likuiditas perbankan 53

              - Swapvalas 29,7

              -  Tidak  mewajibkan  perbankan  menambah  g:ro  untuk  merenuhi  rasio  mtermedias:
              makroprudensial selama 1 tahun 15.8 |

              2. Dana yang berpotensi disalurkan lewat tas:lita$ term repo SBN yang dimiliki perbankan 563,5

              Total 1.147 |

              SurWf: Katifi'n*: 31 |

              Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2020 yang Terdampak Covid-19,
                                                           16
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22