Page 22 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 22

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sintha W Kamdani saat dihubungi di Jakarta,
              Minggu  (14/6/2020),  mengatakan,  kemampuan  perusahaan  dan  sektor  berbeda.  Sektor
              pariwisata  dan  manufaktur  kemungkinan  paling  lama  pulih  sehingga  tidak  bisa  langsung
              mempekerjakan kembali pekeija yang sempat dipecat dan dirumahkan.

              Permintaan  kedua  sektor  itu  turun  tajam  akibat  pandemi  Covid-19  dan  saat  ini  belum
              menunjukkan tanda-tanda pulih. Padahal, kedua sektor padat karya ini termasuk paling banyak
              menyerap tenaga keija.
              Menurut IHS Markit, Pur-chasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia anjlok ke level
              27,5 pada April 2020, kemudian meningkat tipis ke level 28,6 pada Mei 2020. Kondisi ini jauh di
              bawah kondisi Maret 2020, yakni di level 45,3. Level produksi, permintaan, dan penjualan ekspor
              yang anjlok itu berdampak signifikan pada nasib pekerja sektor manufaktur.
              Kajian  Badan  Perencanaan  Pembangunan  Nasional  (Bappenas)  menunjukkan,  dari  10  juta
              tenaga kerja di 17 subsektor industri manufaktur padat karya, hanya 50 persen yang dapat
              dipertahankan  selama  pandemi.  Pekan  lalu,  Kepala  Bappenas  Suharso  Monoarfa
              memperkirakan, daya beli pekerja manufaktur berpotensi hilang Rp 40 triliun.

              Kehilangan daya beli itu disebabkan utilitas sektor manufaktur yang berkurang, hingga tinggal
              50 persen pada pertengahan Maret-Mei 2020. Dampaknya berupa pengurangan tenaga kerja,
              waktu bekeija, dan upah atau penghasilan.
              Sintha mengatakan, dengan kondisi finansial perusahaan yang belum pulih, pelaku usaha tidak
              bisa  menjamin  merekrut  lagi  karyawan  yang  dirumahkan  atau  di-PHK.  Upaya  pemerintah
              mendorong masa transisi belum tentu cepat mengembalikan permintaan pasar.

              "Kita berharap permintaan kembali agar bisa mempekerjakan lagi karyawan. Kalau permintaan
              tinggi dan kita butuh karyawan, kenapa tidak? Akan tetapi, permintaan ini sulit karena tidak bisa
              diterka sama sekali kapan pulihnya, baik dalam negeri maupun luar negeri," kata Sintha.

              Tidak memaksa

              Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  DKI  Jakarta  Andri  Yansyah  mengatakan,
              pemerintah  tidak  bisa  memaksa  perusahaan  di  DKI  Jakarta  untuk  menghindari  PHK  dan
              merekrut kembali karyawan yang sempat di-PHK.

              Pemerintah mengawasi proses pengaduan dan negosiasi bipartit antara pengusaha dan pekerja.
              Titik tengah harus diambil di antara kedua pihak.

              Sekretaris Eksekutif Labor Institute Indonesia Andy William Sinaga berharap pemerintah tegas
              terhadap perusahaan agar kembali memanggil pekerja yang telanjur di-PHK dan dirumahkan.
              (AGE)

              Iklan Lowongan Kerja Menurut Sektor 2020

              Jumlah iklan lowongan kerja pada seluruh sektor secara konsisten menurun.

              Januari Februari Maret April

              Informasi dan ^^i g5g j^Hi.708 |Bj 1.574  1.184
              komunikasi


              Jasa perusahaan S    1563
              1.825 ^1.341  1.304


                                                           21
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27