Page 254 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 254

Selain itu, memasukkan substansi teknis yang ada dalam Konvensi ILO tersebut dalam Undang-
              Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

              Kemnaker, kata Ida, telah berupaya menghapus pekerja anak sejak 2008, yakni dengan menarik
              pekerja anak dari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Jumlah pekerja anak yang
              telah ditarik dari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk anak tersebut hingga kini sebanyak 134.456
              orang pekerja anak, dari jumlah pekerja anak yang ada sekitar 1,7 juta anak, sisa dari sekitar 4
              juta anak.
              "Kemnaker menargetkan penarikan pekerja anak untuk tahun 2020 sebanyak 9.000 pekerja
              anak,"  kata  Menaker  Ida  saat  membuka  acara  Webinar  Nasional  bertajuk  "Tantangan  dan
              Strategi Penanggulangan Pekerja Anak secara Kolektif dan Berkelanjutan", Jumat (12/6/2020).
              Webinar ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak.
              Menurut Ida, dalam mewujudkan penghapusan pekerja anak harus dilakukan secara bersama-
              sama. Anak-anak harus tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental, sosial, dan
              intelektual.

              "Ini  merupakan  gerakan  bersama  yang  harus  dilaksanakan  secara  terkoordinasi  melibatkan
              semua  pihak:  pemerintah  pusat,  pemerintah  provinsi,  pemerintah  kabupaten/kota,  temen-
              temen  serikat  pekerja/buruh,  pengusaha,  untuk  bersama-sama  melakukan  upaya
              penanggulangan pekerja anak," katanya.
              Ida menyadari bahwa tidak semua anak memperoleh kesempatan hak-haknya secara penuh
              serta menikmati kesempatan kebutuhan mereka khas sebagai anak, terutama anak-anak yang
              terlahir  dari  keluarga  miskin  atau  rumah  tangga  sangat  miskin.  Ketua  Fatayat  NU  itu
              menyayangkan  anak-anak  yang  sejak  dini  telah  dilibatkan  untuk  membantu  ekonomi
              keluarganya.

              "Ketidakberdayaan ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga memaksa anak-
              anak  terlibat dalam pekerjaan  yang  membahayakan  atau  bahkan  terjerumus  dalam  bentuk-
              betuk  pekerjaan  terburuk  untuk  anak  yang  sangat  merugikan  keselamatan,  kesehatan,  dan
              tumbuh kembang anak," katanya.

              Menurut Ida, dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini, anak-anak juga merupakan kelompok yang
              terdampak, yang pada akhirnya memaksa anak-anak mengambil bagian membantu memberikan
              nafkah kepada keluarganya. Di antara dampak Covid-19 ialah lesunya ekonomi. Sekitar 3 juta
              pekerja  ter-PHK.  Hal  itu  disebutnya  secara  langsung  atau  tidak  akan  berdampak  pada
              berbertambahnya pekerja anak di Indonesia.

              "Di masa pandemi ini, saya mengajak dan memperkuat komitmen bersama untuk membebaskan
              anak-anak kita belenggu pekerjaan yang belum menjadi tanggung jawab mereka," katanya.

              Direktur  Pengawasan  Norma  Kerja  Perempuan  dan  Anak  (PNKPA)  Binwasnaker  &  K3,
              Kemnaker,  Asep  Gunawan  menyatakan  bahwa  pihaknya  sudah  melakukan  percepatan
              penanggulangan  bebas  pekerja  anak  di  antaranya  dengan  cara  bersinergi  dengan  lintas
              kementerian dan lembaga.

              "Pertama, membuat grand desain dari mulai tahun 2018. Kita mencoba bekerja sama dengan
              lintas  kementerian:  Kemsos,  Kemendikbud,  Kemenag,  Kemenpora,  atau  KPPA.  Juga  di
              lingkungan internal Kementerian Ketenagakerjaan dalam rangka menarik mengurangi pekerja
              anak," kata Asep.

              Editor : Kastolani Marzuki.



                                                           253
   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259