Page 250 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 250

mengajak  semua  pihak  untuk  memperkuat  komitmen  bersama  membebaskan  anak  dari
              belenggu pekerjaan yang belum menjadi tanggung jawab mereka.

              Indonesia, kata Menaker, memiliki komitmen besar untuk menghapus pekerja anak ditandai
              dengan ratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 mengenai usia minimum untuk diperbolehkan bekerja
              dengan  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  1999.  Selain  itu,  pemerintah  juga  memasukkan
              substansi teknis yang ada dalam Konvensi ILO tersebut dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun
              2013 tentang Ketenagakerjaan.
              Dia mengakui masih ada anak di Indonesia yang belum memperoleh hak mereka secara penuh,
              terutama bagi anak yang terlahir dari keluarga prasejahtera.

              "Ketidakberdayaan ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga memaksa anak-
              anak  terlibat dalam pekerjaan  yang  membahayakan  atau  bahkan  terjerumus  dalam  bentuk-
              betuk  pekerjaan  terburuk  untuk  anak  yang  sangat  merugikan  keselamatan,  kesehatan,  dan
              tumbuh kembang anak," katanya.

              Selain itu, Menaker mengatakan bahwa kondisi pandemi COVID-19 saat ini juga membuat anak-
              anak menjadi salah satu kelompok paling terdampak yang akhirnya memaksa mereka untuk
              ambil bagian dalam membantu perekonomian keluarga.

              Karena  itu  dia  menyerukan  agar  setiap  unsur  masyarakat  untuk  bahu-membahu  berusaha
              menghentikan praktik pekerja anak-anak agar mereka dapat tumbuh optimal dari segi fisik,
              mental, sosial dan intelektual.

              Pewarta: Prisca Triferna Violleta  Editor: Triono Subagyo  COPYRIGHT (c)2020  .














































                                                           249
   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255