Page 248 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 248
"Ini bukan dilema. Kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini." "Itu
keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal, atau tatanan
kehidupan baru." "Tapi kehidupan yang berbeda itu bukan kehidupan yang penuh pesimisme
atau ketakutan." "Kita kembalikan produktivitas kita dengan optimisme, karena kita juga tetap
menerapkan berbagai mekanisme pencegahan," paparnya.
Presiden Jokowi juga mengatakan pemerintah belum akan melonggarkan protokol kesehatan
PSBB dalam menghadapi penyebaran Covid-19. Pemerintah akan terlebih dahulu melihat
perkembangan penyebaran Covid-19 sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
"Belum ya. tetapi kita ingin terus akan melihat angka-angka." "Akan melihat fakta-fakta di
lapangan," kata Presiden.
Menurutnya, keputusan atau kebijakan dalam menghadapi penyebaran Covid-19 harus dikaji
dengan matang. Sehingga, tidak keliru dalam penerapannya di lapangan.
"Intinya, kita harus sangat hati-hati." "Jangan sampai kita keliru memutuskan, jangan sampai
keliru memutuskan," tegas Presiden.
Jokowi mengatakan bahwa pemerintah ingin masyarakat produktif kembali. Masyarakat tetap
berpenghasilan namun tetap aman dari penularan dengan menjaga protokol kesehatan.
" Tetapi, kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini." "Kondisi yang terkena PHK
, kondisi masyarakat yang tidak berpenghasilan lagi." "Ini harus dilihat. Kita ingin masyarakat
produktif dan tetap aman dari Covid," cetusnya. ( Indef Sebut Sudah 3 Juta Orang Terdampak
Covid-19, Mulai dari Potong Gaji Hingga Kena PHK,.
247

