Page 247 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 247
"(Penerapan normal baru) Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja
secara ketat," lanjutnya Merekrut ulang para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan, menurut
Ida, memiliki keuntungan tersendiri bagi pengusaha.
Karena, para pekerja telah memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan perusahaan, memiliki
pengalaman kerja, serta mengenal budaya kerja di perusahaan.
"Mereka dapat langsung bekerja sesuai keahliannya, dan tidak perlu mengadakan pelatihan
kerja (training) lagi." "Ini tentu menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan
produktivitasnya," jelas Menaker.
Berdasarkan data Kemnaker per 27 Mei 2020, pekerja sektor formal yang dirumahkan sebanyak
1.058.284 pekerja, dan pekerja sektor formal yang ter-PHK 380.221 pekerja. Sedangkan pekerja
sektor informal yang terdampak ada 318.959 pekerja.
Selain itu, terdapat 34.179 calon pekerja migran yang gagal diberangkatkan, serta 465
pemagang yang dipulangkan. Total pekerja yang terdampak pandemi Covid-19 sebanyak
1.792.108 pekerja.
Ida Fauziyah menjelaskan, jumlah ini berdasarkan data yang dihimpun kementeriannya dan
BPJS Ketenagakerjaan, dan telah melalui proses cleansing. Dari data tersebut sudah jelas nama
dan alamat pekerja yang ter-PHK.
"Ini adalah data yang telah melalui proses cleansing antara Kemnaker dan BPJS
Ketenagakerjaan." "Data ini sudah diketahui jelas by name by address," jelas Menaker.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi ) mengatakan pemerintah menginginkan
masyarakat tetap produktif dan aman di tengah darurat Covid-19.
Masyarakat tetap dapat beraktivitas namun aman dari penularan Covid-19.
"Ya beraktivitas, ya," ujar Presiden dalam video yang diterima Tribun, Jumat (15/5/2020).
Menurutnya, lambat laun masyarakat harus berkompromi dengan Covid-19.
Masyarakat harus hidup berdampingan dengan Corona.
Karena berdasarkan laporan WHO, virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina itu tidak
akan hilang.
"Karena informasi terakhir dari WHO, yang saya terima, bahwa meskipun kurvanya sudah agak
melandai, atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang." "Artinya, sekali lagi kita
harus berdampingan hidup dengan Covid." "Sekali lagi yang penting masyarakat produktif dan
aman dari Covid," tuturnya.
Berdamai dengan Covid-19 menurut Presiden bukan berarti bahwa masyarakat menyerah
terhadap penyebaran virus yang hampir menyebar di seluruh negara di dunia itu." "Melainkan,
masyarakat harus menyesuaikan diri dengan penyebaran virus tersebut.
"Kita lawan keberadaan virus Covid tersebut dengan mengedepankan dan mewajibkan protokol
kesehatan yang ketat, yang harus kita laksanakan," jelasnya.
Pemerintah, menurut Presiden, akan mengatur kehidupan masyarakat akan kembali normal
secara bertahap, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Keselamatan
masyarakat menurutnya harus tetap menjadi prioritas.
246

