Page 246 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 246

Pandemi Covid-19 tak hanya memberikan efek kejut terhadap pasokan dan permintaan, namun
              juga  berpotensi  menimbulkan  krisis  sosial  karena  sebagian  masyarakat  berkurang
              pendapatannya.

              Ekonom dan  Direktur  Program  Institute  for  Development  of  Economics and  Finance  (Indef)
              Jakarta Esther Sri Astuti mengatakan, masyarakat yang bekerja di sektor informal sudah pasti
              tidak keluar rumah.



              INDEF UNGKAP 3 JUTA PEKERJA DI INDONESIA TERDAMPAK COVID-19, MULAI
              DARI POTONG GAJI HINGGA KENA PHK

              TRIBUN-BALI.COM -  Pandemi Covid-19 tak hanya memberikan efek kejut terhadap pasokan
              dan permintaan, namun juga berpotensi menimbulkan krisis sosial karena sebagian masyarakat
              berkurang pendapatannya.
              Ekonom dan  Direktur  Program  Institute  for  Development  of  Economics and  Finance  (Indef)
              Jakarta Esther Sri Astuti mengatakan, masyarakat yang bekerja di sektor informal sudah pasti
              tidak keluar rumah. Sehingga, tidak bisa memperoleh uang untuk mengonsumsi barang.

              Sementara, potret tenaga kerja juga menyedihkan, karena yang terdampak pandemi Covid-19
              sudah mencapai 3 juta karyawan.

              "Ini data saya peroleh langsung dari staf khusus Menteri Ketenagakerjaan sebelum Lebaran per
              10 Mei."  "Ada tambahan, jadi ada sekira 3 juta orang yang sudah terkena dampak dari Covid-
              19," ujarnya saat teleconference, Jumat (12/6/2020).

              Dia  menjelaskan,  dampak  tersebut  beragam  mulai  dari  karyawan  dirumahkan,  sehingga
              pendapatan berkurang, hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

              "Kalau  dirumahkan  itu biasanya  gajinya  dipotong  50 persen."   "Dia  hanya  mendapatkan  50
              persen gaji pokok."  "Kemudian, sebagian besar juga sudah  PHK  karyawannya," ungkap Esther.

              Menurutnya, hal ini terjadi akibat perusahaan tidak bisa memproduksi dengan baik, sehingga
              pendapatannya menurun.

              "Kalau turun maka bisa dipastikan suatu perusahaan akan me-layoff karyawannya."  "Nah, ini
              makanya tadi saya katakan bahwa memang sudah terjadi pasokam dan permintaannya di situ
              ada efek kejut," paparnya.

              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  meminta  para  pengusaha
              merekrut kembali pekerja mereka yang sempat di-PHK dan dirumahkan akibat pandemi Covid-
              19, jelang penerapan normal baru di Indonesia.

              Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka penggangguran dan memperluas kesempatan
              kerja baru.

              "Kita harapkan penerapan new normal bisa menggerakkan roda perekonomian."  "Sehingga
              para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan bisa diprioritaskan untuk kembali bekerja," ujar Ida
              lewat keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).
              Ida  juga  mengingatkan  penerapan  kenormalan  baru  di  perusahaan  harus  mengutamakan
              Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi pekerja. Hal tersebut dikarenakan industri sangat
              terkait dengan hidup banyak orang, sehingga harus dijalankan sesuai protokol kesehatan dan
              diawasi dengan ketat.


                                                           245
   241   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251