Page 249 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 249
Judul Kemnaker targetkan tarik 9.000 pekerja anak pada 2020
Nama Media antaranews.com
Newstrend Penghapusan Pekerja Anak
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/1550152/kemnaker-targetkan-
tarik-9000-pekerja-anak-pada-2020
Jurnalis Triono Subagyo
Tanggal 2020-06-12 19:39:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Ini merupakan gerakan bersama yang harus
dilaksanakan secara terkoordinasi melibatkan semua pihak, pemerintah pusat, pemerintah
provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serikat pekerja/buruh, pengusaha, untuk bersama-sama
melakukan upaya penanggulangan pekerja anak
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan komitmen untuk terus berupaya
menghapus pekerja anak dan menargetkan akan melakukan penarikan 9.000 pekerja anak pada
2020.
KEMNAKER TARGETKAN TARIK 9.000 PEKERJA ANAK PADA 2020
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan komitmen untuk terus
berupaya menghapus pekerja anak dan menargetkan akan melakukan penarikan 9.000 pekerja
anak pada 2020.
"Ini merupakan gerakan bersama yang harus dilaksanakan secara terkoordinasi melibatkan
semua pihak, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serikat
pekerja/buruh, pengusaha, untuk bersama-sama melakukan upaya penanggulangan pekerja
anak," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan resmi yang
diterima di Jakarta, Jumat.
Pemerintah sudah melakukan penarikan pekerja anak dari berbagai jenis pekerjaan terburuk
sejak 2008. Dalam periode 2008 dan sampai saat ini terdapat 134.456 orang pekerja anak yang
telah ditarik dari jumlah pekerja anak yang ada sebanyak 1.709.712 anak, berdasarkan data
Susenas 2018.
Menaker ketika membuka Webinar Nasional bertajuk "Pandemi COVID-19: Tantangan dan
Strategi Penanggulangan Pekerja Anak secara Kolektif dan Berkelanjutan" pada hari ini
248

