Page 295 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 295
Jumlah pekerja terdampak Covid-19 ini disebutkan Menaker bisa saja jumlahnya lebih
banyak dari data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Hal ini lantaran masih ada pekerja
terdampak yang belum melapor ke Kemnaker atau Dinas Ketenagakerjaan di daerah.
Baik pekerja maupun para pengusaha dikatakan Menaker tidak ingin kondisi seperti sekarang
terjadi terus berlanjut. Kondisi Indonesia tidaklah unik, hampir seluruh negara mengalami hal
yang sama ketika pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan kepada perekonomian.
Oleh karena itu, saat ini tengah disiapkan normal baru (new normal) agar masyarakat dapat
melakukan kegiatan produktif sambil tetap awas dengan risiko infeksi Covid-19 .
"PSBB (pembatasan sosial berskala besar) belum dicabut, tapi kegiatan sudah mulai disiapkan
untuk masuk pada era adaptasi kondisi normal baru atau new normal ," kata Menaker dikutip
Pikiran-Rakyat.com dari Antara.
Hal itu perlu dilakukan agar kegiatan ekonomi, sosial dan keagamaan masyarakat bisa kembali
bergeliat sambil tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai bentuk adaptasi hidup dalam
kondisi pandemi Covid-19 .
Sebelumnya, Kemnaker mencatat 1.792.108 pekerja Indonesia dirumahkan atau terkena
pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak pandemi Covid-19 (data sampai 27 Mei
2020).
Rincian data yang telah diverifikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan itu adalah 1.058.284 pekerja
sektor formal dirumahkan, 380.221 pekerja formal terkena PHK, 318.959 pekerja sektor
informal terdampak Covid-19 , 34.179 calon pekerja migran gagal diberangkatkan serta 465
pemagang dipulangkan.***.
294

