Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 52

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah harus mengelola mobilitas
              warga mulai dari hulu hingga hilir dengan tetap mengutamakan transportasi umum.

              "Terkait pandemi Covid-19 menuju kenormalan baru (  new normal  ) perlu kehati-hatian dan
              tanggung jawab semua pihak terkait mobilitas warga. Mobilitas bukan hanya tanggung jawab
              Kementerian  Perhubungan  (Kemenhub),"  ujarnya  melalui  keterangan  tertulis,  Minggu
              (14/6/2020).

              Djoko menilai, penanganan mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 baru sebatas di
              hilir,  seperti  membatasi  jumlah  penumpang  di  angkutan  umum  dan  sejenisnya.  Namun,
              penanganan di hulu masih terlihat kedodoran untuk membatasi pergerakan masyarakat dengan
              travel demand management (TDM).

              Salah  satu  cara  mengatur  TDM  dengan  pembagian  jam  kerja.  Gugus  Tugas  Percepatan
              Penanganan  Covid-19  dapat  meminta  Kementerian  Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan
              Reformasi Birokrasi untuk mengatur pola kerja aparatur sipil negara (ASN).

              Kementerian  Badan  Usaha  Milik  Negara  (BUMN)  dan  Kementerian  Ketenagakerjaan  juga
              mengatur pola kerja pegawai BUMN dan swasta. Djoko setuju ekonomi harus pulih, tapi perlu
              dipilih sektor mana yang harus bergerak lebih dulu.

              "Intinya sektor-sektor esensial perlu dilepas terlebih dahulu di era kenormalan baru. Sektor non-
              esensial dilepas belakangan saat kurva Covid-19 sudah turun," ucapnya.

              Pandei  Covid-19  ini  membuat  semua  industri  transportasi  babak  belur.  Ini  terjadi  di  semua
              negara,  termasuk  Amerika  Serikat.  Pemerintah  Paman  Sam  itu  memberikan  insentif  kepada
              pelaku industri transportasi. Itu sebagai jaring pengaman agar tidak ada pemutusan hubungan
              kerja (PHK) massal.Setelah kondisi menuju normal, insentif itu digunakan untuk modal operasi.

              Ketua  Bidang  Advokasi  Masyarakat  Transportasi  Indonesia  (MTI)  itu  melanjutkan,  sistem
              pembelian layanan (  buy the service  ) yang dilakukan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub
              bisa digunakan untuk membantu pelaku industri transportasi.

              Pengguna  Transjakarta,  KRL  Jabodetabek,  serta  MRT  dan  LRT  Jakarta  pasti  mengalami
              penurunan. Otomatis dana  buy the service  tidak terpakai optimal. "Sehubungan dengan ini,
              perlu kiranya agar dana buy the service ini juga dapat ditransfer menjadi jaring sosial industri
              transportasi. Tujuannya agar tidak ada PHK massal," tuturnya.

              Dia juga mengusulkan adanya kerja sama antara perusahaan jasa transportasi dengan bidang
              lain  untuk  pengangkutan  pegawai.  Perusahaan  dapat  mengalihkan  tunjangan  transportasi
              pekerja untuk sewa bus.

              "Bus umum dapat beroperasi. Pengusaha dapat menghemat biaya transportasi yang diberikan
              perorangan. Pekerja yang biasa naik sepeda motor dan memenuhi ruang parkir, sekarang naik
              bus umum," tuturnya..

















                                                           51
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57