Page 401 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 401

UU CIPTA KERJA TARIK INVESTASI RP 659 T DAN REKRUT 912.402 TENAGA KERJA

              Jakarta  Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  menyatakan  jika
              implementasi UU Cipta Kerja yang berjalan selama ini telah memberikan dampak yang signifikan
              terhadap peningkatan investasi dan pembukaan lapangan kerja.

              Dia menjelaskan, BKPM pencatat kenaikan realisasi investasi di 2021 sebesar 7,8 persen yoy
              yaitu antara Januari-September 2021 dengan nilai investasi Rp 659 triliun.

              "Kemudian jumlah penciptaan lapangan kerja baru sebanyak 912.402 tenaga kerja. Akumulasi
              dari triwulan I-triwulan III 2021. Di mana triwulan I sebanyak 311.793 tenaga kerja, triwulan II
              311.922 tenaga kerja dan triwulan III 288.687 tenaga kerja," kata dia dalam konferensi pers di
              Jakarta, Senin (29/11/2021).

              Selain  itu,  lanjut  Airlangga,  Online  Single  Submission  (OSS) juga telah menerbitkan  379.051
              perizinan  untuk  periode  4  Agustus-31  Oktober  2021.  Di  mana  perizinan  berusaha  dominan
              diberikan kepada usaha mikro sebanyak 357.893 perizinan atau 94,42 persen.

              Kemudian,  usaha  kecil  sebanyak  14.818  perizinan  atau  3,91  persen  dan  usaha  menengah
              sebanyak 3.781 perizinan atau 1 persen. Sedangkan usaha besar sebanyak 2.557 perizinan atau
              0,67 persen.

              hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

              Menteri  Koordinator  bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  mengatakan,  revisi  Undang-
              Undang atau UU Cipta Kerja akan masuk prolegnas prioritas 2022.

              Pemerintah bersama DPR akan melakukan revisi UU Cipta Kerja dan UU pembentukan peraturan
              perundang-undangan  dalam  rangka  harmonisasi,  pembentukan,  dan  pelaksanaan  ke  depan
              pasca keputusan MK.

              "Pemerintah terus melakukan operasionalisasi daripada UU Cipta Kerja pada seluruh sektor, baik
              di  pusat  maupun  di  daerah,"  kata  Menko  Airlangga  dalam  konferensi  pers,  Jakarta,  Senin
              (29/11).

              Airlangga menjelaskan, beberapa fokus operasional dari UU Cipta Kerja antara lain operasional
              Lembaga  Pengelola  Investasi  (LPI).  Pemerintah  telah  memberikan  modal  kepada  LPI  dalam
              bentuk tunai Rp30 triliun dan Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam bentuk pengalihan saham
              negara sebesar Rp45 triliun.

              "Kemudian pengaturan pelaksanaan LPI sebagai lembaga yang diberikan kewenangan khusus
              dalam rangka pengelolaan investasi telah diatur dalam PP yang ditetapkan sebelum ada putusan
              MK. Dengan demikian operasionalisasi LPI tetap berjalan sesuai dengan putusan MK," katanya.

              Selanjutnya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah dibentuk tambahan 4 KEK baru yang telah
              berjalan, dengan komitmen investasi kurang lebih Rp90 triliun. Saat ini telah mendapat berbagai
              komitmen investasi baru yang akan memperluas penciptaan lapangan kerja baru.

              Ketiga, perlindungan dan pemberdayaan UMKM dan koperasi. Pelaksanaan perlindungan dan
              pemberdayaan  UMKM  yang  mencakup  antara  lain  kemudahan  perizinan  berusaha,  melalui
              perizinan tunggal, pendirian perseroan bagi UKM, kemudahan mendapat sertifikasi halal yang
              biayanya  ditanggung  oleh  pemerintah  untuk  UKM,  dan  alokasi  pengadaan  barang  dan  jasa
              pemerintah terus berjalan.

              Airlangga melanjutkan, pelaksanaan kegiatan perizinan berusaha atau Online Single Submission
              (OSS) tetap berjalan untuk perizinan usaha baru maupun perpanjangan.

                                                           400
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406