Page 443 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 443

Karena itu, UU Cipta Kerja pun dianggap tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara
              bersyarat.  Presiden  Asosiasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (ASPEK  Indonesia),  Mirah  Sumirat
              menyatakan aksi unjuk rasa penolakan upah bakal digelar di Balai Kota Gubernur DKI Jakarta
              pada Senin (29/11) dan Gedung Sate, Jawa Barat pada Selasa (30/11) besok.

              "Kami akan meminta Gubernur Anies Baswedan dan Gubernur Ridwan Kamil, untuk taat pada
              Putusan MK dengan cara membatalkan penetapan upah minimum di Provinsi DKI Jakarta dan
              Provinsi Jawa Barat, yang telah diterbitkan sebelum adanya Putusan MK," Ujar Mirah Sumirat
              dalam keterangan tertulis, Senin (29/11) siang.

              Sebagaimana diketahui, imbas hal itu, MK tegas menyatakan pemerintah untuk menangguhkan
              segala tindakan atau kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas. Pemerintah juga
              tidak dibenarkan pula untuk menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan UU
              Cipta  Kerja.  Karena  itu,  menurut  Mirah,  penetapan  upah  minimum  tahun  2022  yang
              menggunakan  dasar  hukum  PP  No.36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan,  harus  dibatalkan.
              Karena PP No. 36/2021 adalah peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan UU Cipta Kerja.

              ASPEK Indonesia mendesak Pemerintah untuk tidak memaksakan kehendak, khususnya terkait
              dengan  adanya  berbagai  peraturan  turunan  dari  UU  Cipta  Kerja  yang  telah  diterbitkan  oleh
              Pemerintah.

              "Pemerintah jangan sakiti hati rakyat dengan berbagai kecerobohan dan pemaksaan peraturan
              yang ternyata bertentangan dengan UUD 1945. Jangan tunduk pada kepentingan pemodal yang
              hanya ingin mengambil keuntungan bagi kelompoknya sendiri," tandas Mirah.

              ASPEK  Indonesia  pun  menuntut  Pemerintah  membatalkan  4  Peraturan  Pemerintah  yang
              berkaitan  dengan  UU  Cipta  Kerja  klaster  ketenagakerjaan.  Pertama,  PP  No.34  Tahun  2021
              tentang Tenaga Kerja Asing (PP TKA). Kedua, PP No.35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja
              Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja
              (PP PKWT-PHK). Selanjutnya, PP No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Terakhir, PP No.37
              Tahun 2021 tentang Jaminan Kehilangan Pekerjaan (PP JKP).
              "Dampak luas dari Peraturan Pemerintah turunan UU Cipta Kerja tersebut adalah mempermudah
              terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK), peningkatan angka pengangguran, melemahnya
              daya  beli,  menurunnya  angka  konsumsi  rumah  tangga.  Ujungnya  penurunan  perputaran
              ekonomi nasional dan mempengaruhi angka pertumbuhan ekonomi nasional," tutur dia. (Diva
              Ladieta).




























                                                           442
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448