Page 439 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 439

Pemprov DKI berdalih keputusan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
              tentang  Cipta  Kerja  atau  UU  Cipta  Kerja  dan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021
              tentang Pengupahan.

              Anies berujar, dirinya ingin para buruh dapat merasakan keadilan. Dia menyebut bekerja harus
              sesuai  prosedur,  sehingga  pemerintah  DKI  telah  melayangkan  surat.  "Kami  sama-sama
              perjuangkan agar UMP naik dari formula yang ada," ujar dia.

              Dalam  suratnya  kepada  Menteri  Tenaga  Kerja,  Anies  menilai  ada  ketidaksesuaian  dan  tidak
              terpenuhinya rasa keadilan antara formula penetapan UMP dari Kementerian Ketenagakerjaan
              dan kondisi nyata di lapangan.

              Kenaikan  UMP  yang  hanya  sekitar  Rp  37  ribu  atau  0,85  persen  dinilai  tidak  layak  karena
              peningkatan kebutuhan hidup pekerja atau buruh terlihat dari inflasi di DKI Jakarta yaitu sebesar
              1,14 persen.

              Selain itu, lanjut dia, terdapat dinamika pertumbuhan ekonomi yang tidak semua sektor lapangan
              usaha pada masa pandemi COVID-19 mengalami penurunan.

              Sebagian sektor bahkan mengalami peningkatan, misalnya sektor transportasi dan pergudangan,
              informasi dan komunikasi, jasa keuangan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial berdasarkan data
              BPS DKI Jakarta Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2021.

              Sedangkan, kata Anies Baswedan, Provinsi DKI Jakarta merupakan satu-satunya provinsi yang
              tidak  memiliki  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  sehingga  Upah  Minimum  Provinsi  menjadi
              ketetapan final yang berlaku di semua wilayah kota/kabupaten.











































                                                           438
   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444