Page 441 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 441
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyurati Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah untuk
meninjau ulang formula penetapan UMP 2022 di Ibu Kota. Anies menilai formula yang sudah
ditetapkan tidak cocok.
"Saya memang terbiasa menyelesaikan masalah bukan umbar masalah, kita bersurat pada
Kemenaker Formula ini tidak cocok untuk diterapkan di Jakarta. Karena itu kita mengirimkan
surat sesuai prosedur bahwa formulanya harus memberikan rasa keadilan. Jadi itu sudah kami
kirimkan dan sudah fase pembahasan. Kita ingin di Jakarta baik buruh maupun pengusaha
merasakan keadilan," ujar Anies saat menemui massa buruh di Balai Kota, Jakarta, Senin
(29/11/2021).
Sementara itu, dalam surat yang dikirimkan Anies ke Menaker meminta agar formula penetapan
UMP DKI ditinjau ulang. Surat itu dikirim Anies per 22 November kemarin.
"Kenaikan yang hanya sebesar Rp 38 ribu ini dirasa amat jauh dari layak dan tidak memenuhi
asas keadilan, mengingat peningkatan kebutuhan hidup pekerja/buruh terlihat dari inflasi DKI
Jakarta sebesar 1,14%," demikian isi salah satu poin surat Anies tersebut.
Dalam surat itu juga dijelaskan tidak semua sektor mengalami penurunan akibat pandemi
Corona. Justru menurut Anies,ada sektor yang mengalami peningkatan.
Data itu merujuk rilis BPS DKI triwulan 3 tahun 2021. Sektor yang mengalami kenaikan antara
lain transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, jasa kesehatan,
dan kegiatan sosial.
"Sementara belum ada formula penetapan UMP yang baru, Pemprov DKI sedang melakukan kaji
ulang penghitungan UMP tahun 2022 dan pembasahan kembali dengan stakeholder untuk
menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip keadilan bisa
dirasakan," demikian isi surat Anies.
440

