Page 524 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 524

kenaikan UMK Bogor tahun 2022 sebesar 7,2 persen. Aturan tersebut dinilai melanggar peraturan
              pemerintah dan undang-undang.
              VIVA  pun  coba  merangkum  mengenai  langkah  Apindo  Kabupaten  Bogor  yang  akan
              mempidanakan Bupati Bogor, Ade Yasin.

              1. Kenaikan UMK Bogor Ketua DPK Apindo Kabupaten Bogor, Alexander Frans mengatakan, surat
              Nomor 561/1355-Disnaker tanggal 25 November 2021 mengenai rekomendasi kenaikan UMK
              Bogor  tahun  2022  sebesar  7,2  persen  dinilai  melanggar  peraturan  pemerintah  dan  undang-
              undang.

              "Surat bupati Bogor Nomor 561/1355-Disnaker tanggal 25 November 2021 terkait rekomendasi
              kenaikan  UMK  2022 telah  menyalahi  aturan.  Karena  itu, kami  DPK  Apindo  Kabupaten  Bogor
              terpaksa  bersurat  pada  Gubernur  Jawa  Barat  dan  departemen  terkait,  untuk  menolak  surat
              tersebut,” kata Frans.

              2.  Cacat  Formil  dan  Materil  Frans  menjelaskan  Pemerintah  Kabupaten  Bogor  mengusulkan
              kenaikkan upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2022 sebesar Rp4,520.844 atau naik 7,2% dari
              tahun 2021 Rp4.217.206 melalui surat Nomor 561/1355 -Disnaker tanggal 25 November 2021.

              Kenaikan angka ini, jauh lebih tinggi daripada batas atas upah 2022 berdasarkan penghitungan
              PP 36 Tahun 2021. "Rekomendasi tersebut sudah barang tentu cacat baik secara formil maupun
              materil," kata Frans.

              3.  Upaya  Hukum  Frans  mengatakan  sudah  menjadi  risiko  pemerintah  dalam  menghadapi
              permasalahan tuntutan pekerja. Oleh karena itu, seperti kabupaten kota lainnya di Jawa Barat,
              lanjut Frans, DPK Apindo Kabupaten Bogor akan menempuh upaya hukum yang diperkenankan
              oleh Undang-Undang atau aturan.

              "Risiko  pejabat  memang  kalau  harus  menghadapi  demo  tetapi  tidak  perlu  lah  sampai
              menerbitkan sesuatu produk hukum yang tidak berdasarkan hukum. Sekali lagi mohon maaf
              kepada  Bupati  Bogor  hal  ini  harus  terjadi  karena  sudah  ada  aturan  hukum  yang  mengikat,"
              katanya.

              4.  Sesuai  UU  Cipta  Kerja  Frans  mengatakan  pemerintah  daerah  seharusnya  mengacu  pada
              aturan sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 109/PUU-XVIII/2020 tanggal 29 Juni 2021
              dan Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 91/PUU-XVIII/2020 tanggal 25 November 2021.

              Di mana Undang-Undang Cipta Kerja 11 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No 36 tahun
              2021 dinyatakan tetap berlaku sampai ada perbaikan oleh Pemerintah dan DPR RI dalam waktu
              minimal untuk 2 (dua) tahun ke depan sejak tanggal putusan atau hingga Nopember 2023.

              "Artinya aturan pengupahan tahun 2022 dan 2023 harus mengacu pada aturan pengupahan
              yang sekarang yaitu PP Nomor 36 tahun 2021," kata Frans.

              5.  Tidak  Naik  Sebelumnya,  pada  Rabu,  24  November  2021,  lalu,  Bupati  Bogor  Ade  Yasin
              mengatakan  Upah  Minimum  Kabupaten  atau  UMK  tahun  2022  di  wilayah  Kabupaten  Bogor,
              diputuskan tidak mengalami kenaikan. Bupati Ade Yasin mengatakan keputusan itu diambil oleh
              Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

              Menurutnya, angka UMK di wilayahnya kini sudah cukup tinggi yakni Rp4,2 juta, di atas UMK
              wilayah Kota Bogor yang senilai Rp4,1 juta. Sebabnya, tahun lalu angka UMK wilayah Kota Bogor
              juga tidak mengalami kenaikan.





                                                           523
   519   520   521   522   523   524   525   526   527   528   529