Page 529 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 529

Keputusan MK tersebut sama sekali tidak begitu berpengaruh terhadap iklim usaha dan investasi
              dikarenakan putusan tersebut mengamanatkan UU Cipta kerja tetap berlaku termasuk produk
              aturan turunannya.

              Sampai saat ini Pemerintah sudah mengeluarkan 45 Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur
              secara  teknis  tentang  kemudahan  perizinan  berusaha,  pemberdayaan  koperasi  dan  UMKM,
              perpajakan, Bumdes, penyelenggaraan perumahan dan Kawasan permukiman dan rumah susun,
              tentang jalan tol, pengelolaan hak atas tanah,penataan ruang, pengelolaan lingkungan hidup,
              kehutanan,  bidang  ESDM,  Pertanian,  kelautan,  perindustrian,  perdagangan,  lalu  lintas  dan
              angkutan  jalan,  penyelenggaraan  bidang  penerbangan,  perkretaapian,  tenaga  kerja  asing,
              Perjanjian  Kerja  Waktu tertentu, Pengupahan, program  jaminan  kehilangan  pekerjaan,  biaya
              perjalanan  ibadah  umrah,  jaminan  produk  halal,  kawasan  ekonomi  khusus,  Kawasan
              perdagangan/pelabuhan bebas, proyek strategis nasional, larangan praktek monopoli, informasi
              geospasial, pos, telekomunikasi dan penyiaran, Perumahsakitan, Keimigrasian Sedangkan dan
              empat Peraturan Presiden (Perpres) tentang Badan percepatan penyelenggaraan perumahan,
              Bidang Usaha Penanaman Modal, kerjasama antara pemerintah pusat dan badan usaha milik
              Negara dalam penyelenggaraan informasi geospasial serta pengadaan barang dan jasa.

              Semua aturan turunan tersebut di atas merupakan kepentingan dunia usaha, dan tetap berlaku
              dengan demikian iklim usaha dan investasi tetap kondusif. Hanya memang aturan turunan yang
              masih  dalam  proses  tidak  dapat  lagi  diterbitkan  sesuai  dengan  amar  putusan  MK  yang
              menyatakan  bahwa  tidak  dibenarkan  menerbitkan  peraturan  pelaksana  baru  yang  berkaitan
              dengan UU Cipta Kerja.
              "Kami berharap aturan turunan yang belum sempat terbit namun sangat strategis bagi dunia
              usaha  akan  dapat  dicarikan  solusinya  atau  disiasati  sehingga  tidak  menghambat  pelayanan
              kepada  dunia  usaha  dan  investasi  sebagaimana  tujuan  UU  Cipta  kerja,"  ungkapnya  dalam
              keterangan resmi, Minggu (28/11).
              Harapan pengusaha agar Pemerintah dan DPR dapat mempercepat proses perbaikan UU Cipta
              Kerja tersebut, jika memungkinkan pertengahan tahun 2022 dapat selesai akan lebih baik, tidak
              perlu menunggu sampai dua tahun. Sehingga berbagai aturan turunannya yang belum terbit
              dapat segera realisasikan.

              "Kami  dari  pelaku  usaha  tentu  akan  aktif  memberikan  masukan,  saran dan  pandangan  agar
              perbaikan UU Cipta kerja ini lebih baik dan bermanfaat dengan semua kalangan," tukasnya.

              Sarman pun berharap, teman-teman serikat pekerja agar dapat memanfaat ruang ini, melakukan
              evaluasi dan kajian serta dialog dan komunikasi yang persuasif dengan pemerintah dan DPR
              sehingga berbagai aspirasi dan harapan dalam perbaikan UU Cipta kerja ini dapat di akomodir
              tentu dengan mengedepankan kepentingan bersama antara pekerja dan pelaku usaha, tidak
              selalu  hannya  mengedepankan  kepentingan  pekerja,  mengesampingkan  kemampuan  pelaku
              usaha dan kondisi ekonomi. (OL-12)

















                                                           528
   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534