Page 605 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 605

Menurutnya, kalau di lihat besaran, UMK Tuban 2021 berada di posisi 12 dari 38 Kabupaten/Kota
              se-Jatim. Artinya, upah minimum itu sudah cukup tinggi jika dibandingkan kabupaten lainnya.
              "Kalau  nanti  ada  kajian  lagi  dari  pemerintah  pusat,  pasti  kami  akan  langsung  melakukan
              penyesuaian-penyesuaian. Tetapi, sekarang kita pegangannya PP Nomor 36 tahun 2021," jelas
              Ketua DPD Partai Golkar Tuban.

              Pemkab Tuban mengusulkan besaran upah minimum tersebut sesuai aturan yang ada. Namun
              begitu, apa yang menjadi aspirasi teman-teman buruh sudah masuk dalam catatan pemerintah.

              "Kita mengusulkan sesuai aturan yang ada. Tetapi, faktor yang disampaikan teman-teman buruh
              sudah menjadi catatan kita," terangnya.

              Aditya Halindra menegaskan Pemkab Tuban benar-benar berpegang teguh pada aturan yang
              ada, dan tidak mungkin menentang aturan yang sudah berlaku.
              "Kita berikhtiar terus untuk menyampaikan hal yang disampaikan teman-teman buruh kepada
              pihak-pihak yang lebih berwewenang," pungkasnya.

              hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

              UMK Kabupaten Tuban tahun 2022 diusulkan sebesar Rp. 2.539.224,88, naik sebesar Rp. 6.990
              dari UMK 2021 yang berjumlah Rp 2.532.234,77.
              Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI),
              dan Serikat Pekerja Nasional Tuban menolak kenaikan ini. Sebab angka tersebut dinilai tidak
              manusiawi.

              "Kami menolak keputusan Dewan Pengupahan Kabupaten Tuban terkait besaran UMK Tuban
              tahun 2022," kata M Irham, Ketua DPC Sarbumusi Tuban, Sabtu (27/11/2021).







































                                                           604
   600   601   602   603   604   605   606   607   608   609   610