Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 145

Kerja  ada  program  program  yang  bagus  kalau  memang  beliau  berniat  kewirausahaan,
              diharapkan akan bisa membantu bu Etty untuk kembali bisa produktif lagi

              Ringkasan

              Tak pernah terbayangkan di benak Ety Toyyib Anwar akan menjalani hukuman penjara selama
              18 tahun dan terancam hukuman mati saat dirinya bekerja di Arab Saudi. Ety salah satu Pekerja
              Migran  Indonesia  yang  berasal  dari  Desa  Cidadap,  Kecamatan  Cingambul,  Kabupaten
              Majalengka, Jawa Barat akhirnya bisa kembali ke Tanah Air pada Senin (6/7/2020), setelah
              mendekam  di  penjara  Arab  Saudi  selama  18  tahun  atas  tuduhan  pembunuhan  majikannya.
              Untuk bisa bebas, Ety membayar  diyat  (denda/tebusan) sebesar Rp 15,5 miliar atau setara 4
              juta Real.

              TERBEBAS DARI HUKUMAN MATI DI ARAB SAUDI, ETY BAHAGIA BISA KEMBALI KE
              INDONESIA

              Tangerang,  Tak  pernah  terbayangkan  di  benak  Ety  Toyyib  Anwar  akan  menjalani  hukuman
              penjara selama 18 tahun dan terancam hukuman mati saat dirinya bekerja di Arab Saudi. Ety
              salah satu Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul,
              Kabupaten Majalengka, Jawa Barat akhirnya bisa kembali ke Tanah Air pada Senin (6/7/2020),
              setelah  mendekam  di  penjara  Arab  Saudi  selama  18  tahun  atas  tuduhan  pembunuhan
              majikannya.  Untuk bisa bebas, Ety membayar  diyat  (denda/tebusan) sebesar Rp 15,5 miliar
              atau setara 4 juta Real.

              Wanita setengah baya itu bisa kembali ke Indonesia atas bantuan anggota DPR dari fraksi PKB,
              lembaga LazisNU, dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebrie yang
              telah  membayarkan   diyat   tersebut.  Berdasarkan  pantauan  tim    Beritasatu.com,   Ety yang
              mengenakan baju gamis berwarna hitam tampak  sumringah  saat tiba di Bandara Soekarno
              Hatta,  Tangerang  Banten  setelah  menjalani  perjalanan  langsung  dari  Jeddah  dengan
              menggunakan pesawat Saudi Arabia Arlines SV818.

              Ety langsung disambut Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah dan Wakil Ketua MPR
              Jazilul Fawaid serta Kepala BP2MI, Benny Ramdhani. Hanya kata syukur yang diucapkannya
              saat Ety bertemu dengan sejumlah wartawan yang sejak siang menunggunya.

              "Alhamdulillah, bahagia bisa kembali ke Indonesia. Siapa yang bahagia dikurung 18 tahun, saya
              rindu Indonesia. Alhamdulillah bebas dari segala-galanya, bebas dosa," ungkapnya singkat. Ety
              sendiri menceritakan bahwa dirinya tak pernah merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya.
              Lantaran dirinya merasa tak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.

              "Saya  enggak ngelakuin  , tapi InsyaAllah besok lusa kapan ada jawabannya. Padahal majikan
              saya itu pergi ke Jeddah naik mobil sendiri, paginya sarapan sama istrinya, malamnya makan di
              restoran. Dan dia di Jeddah 2 minggu ke sana kemari, tapi karena kesalahan komunikasi, saya
              akhirnya dipenjara. Tapi saya enggak dendam itu kesesatan saya, enggak ada yang disalahkan,"
              ungkap  Ety.  Ety  menjelaskan  bahwa  di  dalam  penjara  dirinya  banyak  mengambil  hikmah.
              Bahkan dirinya mengaku menjadi  khafidzah  lantaran dirinya kini menjadi hafal ayat-ayat suci
              Alquran.
              "Saya sekarang jadi hafal Alquran dan hadist-hadist Nabi (Muhammad SAW,red). Bahkan saya
              pernah  menjadi  peringkat  4  di  lomba  Hafidz  Quran  antarnapi,  baik  napi  pria  ataupun  napi
              wanita," tambahnya. Ety mengaku kapok jadi TKW.

              "Ya saya hanya bisa mengucapkan terima kasih, atas dukungan semuanya baik dari bapak-
              bapak di FPKB DPR/MPR dan juga LazisNU yang mau membantu saya, juga Pemerintah dan
              Duta Besar Arab Saudi yang mau membantu saya lolos dari hukuman ini, serta Pemerintah Arab

                                                           144
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150