Page 146 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 146

Saudi  melalui  Raja  Salman  yang  memberikan  saya  kemudahan.  Mudah-mudahan  ada
              hikmahnya semuanya, saya cuma bisa berdoa dan menyampaikan itu saja," tuturnya. Senang
              Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah yang turut serta dalam penjemputan Ety mengaku senang
              bisa melihat ekspresi gembira sang pahlawan devisa setelah selama ini menjalani hukuman 18
              tahun penjara akibat dugaan kesalahannya itu.

              "Alhhamdulillah bu Etty bisa kembali ke Tanah Air, setelah beliau menjalani hukuman penjara
              selama 18 tahun. Saya sebagai perwakilan pemerintah mengucapkan terimakasih, dukungan
              partisipasi masyarakat terutama dari keluarga besar NU melalui Lazis NU, yang ikut membantu
              kebebasan  Ety,"  ujar  Ida  Fauziyah.  Dikatakan  kalau  kasus  ibu  Ety  ini  sebenarnya  hanya
              kesalahpahaman dan ketidak mengertian dia berbahasa Arab sehingga dia dituduh membunuh
              majikan dan dia akhirnya dipenjara. Dahulu ini tidak pernah terungkap karena dahulu negara
              tidak  melakukan  pendampingan,  namun  setelah  negara  tahu,  akhirnya  negara  memberikan
              bantuan advokasi sehingga beliau bisa bebas setelah membayar  diyat.
              "Langkah  ini  akan  diusahakan  pemerintah  untuk  para  tenaga  migran  yang  saat  ini  tengah
              tersangkut kasus hukum di luar negeri," lanjutnya. Sebagai perwakilan pemerintah, Ida Fauziyah
              pun berharap Ety bisa kembali ke rumahnya dan berkumpul bersama keluarganya.

              "Saya lihat Ibu Ety ini orang yang sangat sabar dan tabah dalam menjalani hidup. Beliau justru
              keluar dari penjara malah semakin kuat keberagamaannya, hafal Quran dan hadist. Banyak
              keluar dalil Qurannya dan hadist, jadi ada hikmahnya beliau. Saya kira nanti akan dilakukan
              pendampingan  jika  dibutuhkan,  karena  di  Kementerian  Tenaga  Kerja  ada  program  program
              yang bagus kalau memang beliau berniat kewirausahaan, diharapkan akan bisa membantu bu
              Etty untuk kembali bisa produktif lagi," tandasnya.

              Ety  Toyyib  sendiri  menjalani  hukuman  sejak  2001  silam  setelah  pengadilan  menjatuhkan
              hukuman mati kepada dirinya karena dianggap bersalah dianggap telah meracuni sang majikan.
              Ety bisa menghirup udara kebebasan setelah pemerintah melalui Kedutaan Besar untuk Arab
              Saudi melakukan negosiasi untuk bisa membebaskan Ety dari segala tuduhan.  Di mana Ety
              membayar denda  diyat  sebesar Rp. 15,5 miliar atau setara 4 juta Real yang dibayarkan kepada
              ahli waris Faisal al-Ghamdi, yaitu Khalid al-Ghamdi..



































                                                           145
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151