Page 182 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 182
"Saya nanti sore jemput Bu Etty di bandara. Doakan Bu Etty sampai Indonesia dan rumahnya
dengan selamat," kata Ida dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).
Ida mengaku senang dengan pembebasan dan kepulangan Etty. Menurutnya, Etty sebagai WNI
sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan dari negara.
"Pemerintah, khususnya Kemnaker selalu berkomitmen melindungi Pekerja Migran Indonesia.
Kami bertanggung jawab atas keselamatan PMI," ucapnya.
Diketahui dalam persidangan, keluarga majikan menuntut hukuman mati dan pengadilan
memutuskan hukuman mati/qisas.
Hukuman mati kisas berdasarkan Putusan Pengadilan Umum Thaif No. 75/17/8 tanggal
22/04/1424H (23/06/2003M) yang telah disahkan Mahkamah Banding dengan Nomor
307/Kho/2/1 tanggal 17/07/1428, dan telah disetujui Mahkamah Agung dengan Nomor 1938/4
tanggal 2/12/1429 H karena membunuh majikannya warga negara Arab Saudi, Faisal bin Said
Abdullah Al Ghamdi dengan cara diberi racun.
Mulanya ahli waris majikannya meminta diyat sebesar 30 juta real atau Rp 107 miliar agar Etty
diampuni dan tidak dieksekusi. Namun setelah ditawar dan dilakukan berbagai pendekatan,
akhirnya ahli warisnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 4 juta riyal Saudi atau Rp
15,2 miliar.
Diyat atau uang denda sebesar 4 juta riyal berhasil dikumpulkan sesuai tuntutan keluarga
sekaligus ahli waris korban. Dana tersebut merupakan hasil 'tabarru' atau sumbangan dari para
dermawan berbagai pihak di Indonesia, termasuk dari Lembaga Zakat Infaq, dan Sodaqah
Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang penggalangannya dilakukan sejak 2018..
181

