Page 180 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 180

"Itu (  reshuffle  ) kewenangan presiden dan saya tidak berminat untuk jadi menteri," kata
              Bamsoet di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/7).

              Terpisah,  Menteri  Sekretaris  Negara  Pratikno  mengatakan    reshuffle    sudah  tidak  relevan
              dilakukan andai anggota kabinet menunjukkan kinerja yang lebih baik. Dia mengatakan kinerja
              kementerian meningkat usai Presiden Jokowi marah beberapa waktu lalu.

              "Kalau progres bagus, ngapain di-  reshuffle  . Intinya begitu. Dengan progress yang bagus ini,
              isu  reshuffle  tidak relevan, sejauh kinerjanya bagus terus ya. Jadi jangan ribut lagi  reshuffle
              ," ujar Pratikno dalam konferensi pers, Senin (6/7).

              Sebelumnya, Presiden Joko Widodo marah dalam Sidang Kabinet Paripurna. Dia jengkel lantaran
              masih ada anggota kabinet yang lamban di tengah wabah virus corona (Covid-19).

              Padahal, menurut Jokowi, krisis sudah di depan mata. Dia ingin menteri dan pimpinan lembaga
              negara bekerja luar biasa di tengah krisis. Jangan lagi bekerja biasa-biasa saja.
              Di kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung kocok ulang kabinet atau  reshuffle  . Jokowi
              mengingatkan kepada anggota kabinet bahwa dirinya bisa saja melakukan itu.

              "Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja  reshuffle  , sudah kepikiran ke mana-mana saya.
              Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," ucap Jokowi.

              Indonesia Political Opinion (IPO) lalu melakukan survei terkait menteri dalam jajaran Kabinet
              Indonesia Maju yang dianggap perlu diganti oleh Jokowi. Hasilnya, Menteri Hukum dan HAM
              Yasonna  Laoly  berada  di  posisi  paling  atas,  dengan  suara  sebesar  64,1  persen  dari  total
              responden.

              "Paling muncul pertama ini bukan nama yang asing Yasonna Laoly ada 61,4 persen paling layak
              dilakukan  reshuffle  ," ujar Direktur IPO Dedi Kurnia Syah dalam acara Diskusi Polemik Trijaya,
              Sabtu (4/7).

              Diikuti  oleh  Menteri  Kesehatan  Terawan  Agus  Putranto  sebesar  52,4  persen  suara,  Menteri
              Ketenagakerjaan Ida Fauziah 47,5 persen, dan Menteri Agama Fahrul Razi 40,8 persen.
              Dalam 10 besar menteri yang diharapkan  reshuffle  ada juga nama Menteri KKP Edhy Prabowo
              36,1 persen, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan 33,2 persen, dan Menteri Sosial
              Juliari batubara 30,6 persen.

              Lebih  lanjut,  Menteri  Koperasi  dan  UKM  Teten  Masduki  28,1  persen,  Menteri  Pemuda  dan
              Olahraga Zainudin Amali 24,7 persen, dan Menteri BUMN Erick Thohir 18,4 persen.

              (tst/bmw).





















                                                           179
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185