Page 229 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 229

Judul              Survei: 61,94% Masyarakat Tak Setuju Program Kartu Prakerja
                 Nama Media         medcom.id

                 Newstrend          Kartu Pra Kerja
                 Halaman/URL        https://www.medcom.id/nasional/politik/nbwj263N-survei-61-94-
                                    masyarakat-tak-setuju-program-kartu-prakerja
                 Jurnalis           redaksi
                 Tanggal            2020-07-06 10:00:51
                 Ukuran             0

                 Warna              Warna
                 AD Value           Rp 17.500.000
                 News Value         Rp 52.500.000
                 Kategori           Ditjen Binalattas
                 Layanan            Korporasi
                 Sentimen           Positif


              Ringkasan

              Senayan menilai kebijakan pemerintah menghentikan program pelatihan online dalam Program
              Kartu Prakerja sudah tepat. Disarankan, program pelatihan ini diserahkan kepada kementerian
              teknis. Bukan lagi ke Manajemen Kartu Prakerja.

              KETUA Fraksi Nasdem Ahmad Ali mengatakan, pengalihan program ke kementerian teknis itu
              agar  tidak  lagi  mengundang  kontroversi  di  masyarakat.  "Saya  pikir  kebijakan  pemerintah
              menghentikan program pelatihan online menuju offline dalam Kartu Prakerja sudah tepat. Itu
              merupakan langkah rasional yang bisa diterima publik secara keseluruhan," kata Ahmad Ali,
              kemarin.



              SURVEI: 61,94% MASYARAKAT TAK SETUJU PROGRAM KARTU PRAKERJA
              Jakarta:  Direktur  Eksekutif  Lembaga  Kajian  Strategis  dan  Pembangunan  (LKSP)  Astriana  B
              Sinaga  mengungkapkan  penghentian  program  Kartu  Prakerja  sesuai  keinginan  masyarakat.
              Berdasarkan Survei Nasional LKSP pada 20-27 Mei 2020 sebanyak 61,94 persen responden tidak
              setuju dengan program Kartu Prakerja dan 38,06 persen sepakat dengan program itu.
              "Yang tidak setuju beralasan warga lebih membutuhkan bantuan tunai atau modal kerja (44,33
              persen), pelatihan bisa diperoleh gratis  online  (28,79 persen), tidak ada perusahaan yang siap
              menampung (17,60 persen), pelatihan tidak jelas arahnya (1,69 ), celah korupsi baru (1,62
              persen)," papar Astriana di Jakarta, Senin, 6 Juni 2020.

              Sementara itu, 3,76 persen lainnya meminta pemerintah membuka lapangan kerja baru, fokus
              pada  penanganan  pandemi  covid-19,  dan  tidak  semua  pengangguran  dapat  mengikuti
              pelatihan. Sejumlah responden juga menilai paket pelatihan hanya pencitraan.
              "Sebesar 3,76 persen itu juga ada yang menganggap bahwa bantuan pangan lebih prioritas,
              mendidik  masyarakat  malas  bekerja,  menguntungkan  pihak  tertentu,  beda  prioritas
              antardaerah, dan pelatihan sekaligus modal usaha," ujar Astriana.





                                                           228
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234