Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 85
Judul Jazilul Tegaskan Satu Nyawa WNI Sangat Berharga
Nama Media republika.co.id
Newstrend Kepulangan PMI Etty
Halaman/URL https://republika.co.id/berita/qd248d349/jazilul-tegaskan-satu-nyawa-
wni-sangat-berharga
Jurnalis Ichsan Emrald Alamsyah
Tanggal 2020-07-07 01:08:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Jazilul Fawaid (Wakil Ketua MPR) Alhamdulillah di masa pandemi COVID-19 yang
memakan banyak korban meninggal dunia, tapi ada satu jiwa yang bisa kita selamatkan. Satu
nyawa WNI sangat berharga. Menyelamatkan satu jiwa WNI sama seperti menyelamatkan kita
semua. Itulah inti kemanusiaan
neutral - Jazilul Fawaid (Wakil Ketua MPR) Ini hukum di Arab Saudi. Qisas itu hukum nyawa
dengan nyawa. Tapi bisa dilakukan dengan membayar diyat, pihak keluarga yang dibunuh
memberikan pemaafan
negative - Jazilul Fawaid (Wakil Ketua MPR) Atas inisiator dari teman-teman PKB dengan
LAZISNU sejak dua tahun lalu kemudian mengumpulkan dana untuk membayar diyat untuk
membebaskan Eti Binti Toyib dari ancaman hukuman mati
positive - Jazilul Fawaid (Wakil Ketua MPR) Karena itu kami dari pimpinan MPR selalu mengajak
untuk mengedepankan kemanusiaan dan kegotongroyongan di semua situasi kepada siapapun.
Apalagi, ini adalah pejuang devisa yang bekerja di luar negeri. Ibu Eti bekerja hanya 1 tahun 8
bulan, tapi dipenjara 19 tahun. Ini tidak boleh terulang lagi kepada warga kita, saudara kita
yang berjuang di luar negeri tapi kemudian terkena kasus
negative - Jazilul Fawaid (Wakil Ketua MPR) Tapi, pesannya adalah bahwa siapapun dan apapun
atas nama kemanusiaan tidak boleh ada warga kita yang kemudian dihukum pancung atau
dihukum mati untuk kasus yang memang belum 'clear' seperti Ibu Eti ini
positive - Eti Binti Toyib (PMI) Alhamdulillah bisa bebas dari hukuman. Saya mengucapkan
terima kasih atas dukungan semuanya. Mudah-mudahan ada hikmahnya untuk semua. Saya
cuma bisa berdoa
neutral - Eti Binti Toyib (PMI) Majikan saya itu pergi ke Jeddah naik mobil sendiri. Paginya
sarapan bersama istrinya. Malamnya makan di restoran. Saya nggak merasa bersalah. Sampai
di pengadilan saya ditanya-tanya dan akhirnya dihukum mati. Saya tetap sabar aja. Biar nanti
Allah yang menjawab itu semua
84

