Page 90 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 90
Judul RUU Cipta Kerja Diharapkan Mampu Tekan Angka Pengangguran,
Terutama saat Pandemi
Nama Media merdeka.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.merdeka.com/peristiwa/ruu-cipta-kerja-diharapkan-
mampu-tekan-angka-pengangguran-terutama-saat-pandemi.html
Jurnalis Dedi Rahmadi
Tanggal 2020-07-07 00:22:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan Indonesian dari Consultant at
Law) Sangat urgent RUU Cipta Kerja kalau menurut saya. Sebetulnya tidak ada Covid pun
urgent, Kenapa? Karena tingkat pengangguran kita masih tinggi di atas 5 persen
neutral - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan Indonesian dari Consultant at Law)
RUU ini adalah rancangan undang-undang untuk menciptakan lapangan pekerjaan
negative - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan Indonesian dari Consultant at
Law) Kalau tingkat pengangguran tinggi itukan negatif buat buruh. Karena kalau dalam situasi
pengangguran tinggi, menjadi sulit buat buruh menciptakan kesejahteraannya atau
menegosiasikan kesejahteraannya
neutral - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan Indonesian dari Consultant at Law)
Sekarang pengangguran kita tinggi nih. Kalau pengangguran bisa diatasi, otomatis
kesejahteraan akan naik. Kenapa? Sulit pasti bagi perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja
kan. Oleh karena itu posisi tawar buruh lebih baik
positive - Hemasari Dharmabumi (Pengamat ketenagakerjaan Indonesian dari Consultant at
Law) RUU Cipta Kerja ini untuk mencipta pekerjaan kan. Pencipta pekerjaan itu perusahaan,
bukan buruh. Buruh kan yang mengisi lapangan pekerjaan. Jadi UU ini untuk menarik investasi.
Positifnya buat buruh ya berarti yang menganggur semakin sedikit
Ringkasan
Pengamat ketenagakerjaan Indonesian dari Consultant at Law (IClaw), Hemasari Dharmabumi
menilai RUU Cipta Kerja dibutuhkan untuk mengatasi angka pengangguran yang masih di atas
5 persen. Apalagi di saat pandemi covid-19.
89

