Page 174 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 174
Asa para buruh dan pekerja terbuka dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Sulut
No 44 tahun 2020 yang berisi Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif
dan Aman (AKB-M2PA) Covid-19 di Provinsi Sulut.
Ketua SBSI Sulut Lucky Sanger mengungkapkan, apresiasi dikeluarkannya Pergub nomor 44
tahun 2020, karena banyak buruh yang saat ini sudah kena PHK dan dirumahkan, padahal
mereka memiliki tanggungan keluarga yang harus dipenuhi.
"Kalau mereka juga tidak makan, maka mereka juga bisa mati, bukan dengan Covid tapi mati
dengan kelaparan, jadi harus di pikirkan besama karenanya sinergitas antara pemerintah
Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melihat permasalahan lebih serius lagi," ujar Lucky kepada
tribunmanado. co. id, Kamis (2/7/2020).
Ketua KSPI Sulut Hardy Semboeng mendukung penerapan Pergub Sulut Nomor 44 tahun 2020.
Orang tak bisa terus berdiam di rumah, saatnya menyesuaikan kebiasaan baru menuju new
normal.
Ia mengusulkan mal dibuka saja, tapi penerapan protokol harus ketat Jika ditemui ada
masyarakat yang tidak mentaati protokol kesehatan agar dapat di berikan sanksi yang tegas,
dengan segera mengeluarkan payung hukumnya.
"Kasihan orang yang begitu disiplin menerapkan protokol kesehatan sedangkan orang lain
seenaknya suka atau tidak suka pakai masker dapat dengan bebas dilakukan tanpa ada sanksi
bagi yang tidak menjalankan protokol kesehatan, saya harap ini harus ada payung hukumnya,"
ungkap Hardy.
Ia juga menyoroti sarana prasarana sarana cuci tangan yang ada di tempat umum mal dan lain-
lain masih dirasa kurang cukup memadai,
"Masih harus perlu ditambah agar masyarakat lebih mudah mencuci tangan, protokol
kesehatannya harus lebih diperjelas, jangan cuma imbauan-imbauan cuci tangan fasilitasnya
disiapkan," katanya. .
Adapun, data yang dihimpun dari Disnakertrans Sulut untuk pekerja yang dirumahkan mencapai
6.952 orang dan yang terbanyak berasal dari Kota Manado adalah sebanyak 5.507 orang,
sedangkan untuk pekerja yang di PHK yang terdampak adanya Covid-19 di Provinsi Sulut adalah
sebanyak 1.964 orang yang telah dilakukan oleh 72 perusahaan di Provinsi Sulawesi Utara.(ryo)
173

